Beauty

Penting, Panduan untuk Seberapa Sering Harus Keramas

Seberapa sering keramas berdasarkan jenis rambut tentunya.

Angga Roni Priambodo | Yasinta Rahmawati

Ilustrasi rambut. (Shutterstock)
Ilustrasi rambut. (Shutterstock)

Dewiku.com - Tiap orang memiliki jenis rambut yang berbeda-beda. Ada yang bergelombang, lurus hingga keriting. Karena berbeda, perawatannya pun tidak bisa disamakan, termasuk untuk urusan seberapa sering harus keramas.

Jika keramas terlalu sering, rambut bisa kekeringan, kerusakan, dan ujung bercabang. Di sisi lain, tidak cukup keramas bisa menyebabkan pori-pori tersumbat, peradangan, dan bahkan kerontokan rambut.

Nah, dilansir dari Cosmopolitan, berikut panduan untuk mengetahui seberapa sering harus keramas sesuai jenis rambut. Pssst, ini nasihat dari pakar rambut langsung.

Ilustrasi rambut. (Shutterstock)
Ilustrasi rambut. (Shutterstock)

 

1. Rambut rata dan halus
Karena rambut halus cenderung menunjukkan akar berminyak lebih terlihat daripada jenis rambut lainnya, kamu mungkin tergoda untuk mencucinya setiap hari.

Tetapi cobalah untuk menahan diri, sebab itu hanya akan membuat situasi lebih buruk. Namun kamu boleh keramas setiap hari dengan catatan memakai sampo formula lembut dan bervolume, dan berinvestasilah pada dry shampoo yang benar-benar bagus.

2. Tebal
Rambut tebal tidak perlu dicuci sesering mungkin, karena folikel rambut yang lebih tebal sebenarnya menyamarkan, dan bahkan mendistribusikan minyak lebih baik daripada rambut yang lebih tipis.

"Jika rambut tidak terlalu berminyak, cobalah untuk mencucinya hanya seminggu sekali," kata Miles Jeffries , seorang penata rambut selebriti yang bekerja dengan Mariah Carey dan Tinashe.

3. Bergelombang atau keriting longgar
Tidak seperti rambut keriting berliku yang membutuhkan dan menyukai kelembapan, jenis rambut bergelombang bisa terbebani oleh shampo yang lebih berat.

Meski begitu, rambut bergelombang membutuhkan hidrasi agar tetap bebas kusut dan terdefinisi, jadi usahakan pembersih yang bebas sulfat (gunakan setiap dua hari sekali) dengan sedikit kelembapan agar rambut terlihat penuh namun rapi.

4. Keriting padat atau ikal
Salah satu masalah terbesar rambut ikal adalah berminyak dan punya ujung kering. "Minyak kulit kepala tidak dapat terdistribusi ke rambut keriting dengan mudah. Itulah mengapa rambut ikal bisa terasa lebih kering daripada tekstur lainnya," kata Miles Jeffries. Dia menyarankan untuk keramas setiap tiga hari sekali untuk menjaga kelembapan.

Ilustrasi rambut. (Shutterstock)
Ilustrasi rambut. (Shutterstock)

 

5. Rambut rusak
Kerusakan karena smoothing, pewarnaan dan lainnya dapat membuat rambut terlihat kasar, kering, dan kusam. Sebaiknya keramas setiap tiga hari sekali menggunakan sampo non-stripping dan color-safe yang berfomula creamy. Ini akan menghilangkan tiga penyebab utama kerusakan: salah produk, pemanasan dan polusi.

6. Berminyak
Semakin kita mencoba untuk melawan akar rambut berminyak, semakin banyak minyak yang cenderung dihasilkan oleh kulit kepala. Mengapa? Ketika kulit kepala mengalami dehidrasi, ia akan meningkatkan produksi minyak untuk mengganti kelembapan yang hilang. Meskipun menggoda, cobalah untuk tidak mencuci lebih dari empat kali per minggu. Sebagai penyelamat saat rambut lepek, cobalah dry shampoo.

 

Berita Terkait

Berita Terkini