Fashion

Remaja Ini Bikin Topi Unik, Ada Daftar Nama Korban Kasus Penembakan Sekolah

Topi unik dengan desain historis.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yasinta Rahmawati

Ilustrasi wisuda. (Unsplash/MD Duran)
Ilustrasi wisuda. (Unsplash/MD Duran)

Dewiku.com - Seorang siswa sekolah menengah atas asal Ohio, Gina Warren, mempunyai topi unik untuk acara kelulusannya. Ia menyusun daftar korban yang tewas dalam penembakan massal di sekolah menengah Amerika, dimulai dari kasus penembakan tahun 1999 di Columbine, pada topi tersebut.

Dilansir dari Buzzfeed News, Gina menuliskan 49 nama siswa dari 10 sekolah di Amerika Serikat yang tewas tertembak. Gina mengaku terinspirasi dari aksi yang dilakukan oleh siswa di Parkland pada Asosiasi Senapan Nasional (NRA) di Amerika Serikat.

''Aku ingin membuat sesuatu yang sama kuatnya dengan kata-kata, namun daripada menunjukkannya pada NRA, aku ingin menunjukkannya kepada banyak orang,'' ungkap Warren pada Buzzfeed News.

Tidak berbentuk daftar manual biasa, ia membuat QR Code di topi kelulusan itu. QR Code itu terhubung ke website berisi nama-nama siswa yang terbunuh akibat kasus penembakan di sekolah.

Topi kelulusan Gina Warren. (Instagram/@gi10eight)
Topi kelulusan Gina Warren. (Instagram/@gi10eight)

Namun, Gina Warren mengaku bahwa daftar nama siswa yang ditulisnya hanyalah korban anak sekolah SMA. Itu belum termasuk mereka yang tertembak di bioskop maupun gereja.

Ia mengunggah video topi kelulusannya itu di Twitter. Hingga Rabu (15/5/2019) kemarin, videonya sudah menarik lebih dari 91 ribu retweet dan 312 ribu likes.

Reaksi positif pun berdatangan dari sebagian besar pengguna Twitter. Mereka berterima kasih pada Gina karena membuat orang-orang mengingat para korban penembakan di sekolah yang bisa saja sudah dilupakan dari sejarah.

Gina Warren. (Instagram/@gi10eight)
Gina Warren. (Instagram/@gi10eight)

Banyak orang yang mendukung aksi membuat topi unik yang dilakukannya. Bahkan, beberapa orang meminta izin untuk melakukan hal serupa untuk hari kelulusannya.

Di bawah daftar nama korban siswa itu, Gina menambahkan kalimat ''Protect our student (lindungi siswa kita)'' bersama dengan link untuk mendukung gerakan perlindungan siswa.

''Aku tidak mengatakan bahwa kamu harus mendukung atau bagaimana harus berpikir, aku ingin kau tahu bahwa ada masalah. Apa pun yang kamu bisa lakukan untuk membuat negara ini lebih aman, kamu harus bersuara,'' tutur Gina.

Berita Terkait

Berita Terkini