Fashion

Kembali ke Era Lawas, Ratusan Orang Berdandan ala Marie Antoinette

Marie Antoniette merupakan salah satu tokoh sejarah paling kontroversial.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Queen Marie Antoinette. (Pixabay/WikiImages)
Queen Marie Antoinette. (Pixabay/WikiImages)

Dewiku.com - Ratusan tamu terlihat mengenakan wig dan gaun abad ke-18 yang rumit. Ternyata mereka sedang memanjakan fantasi hidup di zaman kerajaan dengan menghadiri sebuah pesta dansa di Istana Versailles bertema Marie Antoniette, Senin (28/5/2019) lalu.

Melansir dari Reuters, Marie Antoinette adalah salah satu tokoh penghuni kerajaan yang terkenal. Ratu Prancis ini terkenal karena hidupnya yang serba mewah dan berlebihan.

Ia adalah salah satu tokoh sejarah paling kontroversial dan modis di Prancis. Sayang, ia menemui ajalnya di Guillotine pada tahun 1793, dieksekusi karena pengkhianatan tingkat tinggi oleh kaum revolusioner yang menggulingkan dan membunuh suaminya, Raja Louis XVI.

Kembali ke pesta dansa, sekitar 630 tamu membayar antara 150 euro dan 510 euro atau sekitar Rp 2,4 juga hingga Rp 8,1 juta. Tiket paling mahal memberikan akses ke seluruh istana dan konser pribadi di kamar sang ratu.

Di antara banyak pengunjung internasional adalah penata rambut Cody Jefferies berusia 37 tahun dari Houston, Amerika Serikat. Dia ingin datang karena kecintaannya pada mode dan sejarah Prancis.

"Ini selalu menjadi mimpi bagi kita untuk datang ke sini, dan akhirnya kita mewujudkannya," kata Jefferies. Dia sendiri mengenakan tunik hijau dan rompi krem yang telah dijahitnya sendiri.

Pesta dansa di Versailes tema Marie Antoinette. (Instagram/@leroilouisxiv)
Pesta dansa di Versailes tema Marie Antoinette. (Instagram/@leroilouisxiv)

Para tamu dapat melihat kamar pribadi Louis XIV dan Marie Antoinette. Mereka juga bisa mengakses area yang biasanya tertutup untuk umum, seperti kapel dan apartemen Madame Pompadour, Nyonya Louis XV.

"Orang-orang datang dari seluruh dunia, dari Timur Jauh, Rusia, dari seluruh Eropa, Amerika Serikat, Australia. Dan mereka memiliki malam impian mereka di sini, karena tidak ada istana yang lebih indah daripada Versailles," ujar Laurent Brunner, Direktur Istana Versailles.

"Kami membuka semua kamar di istana ini untuk mereka, bahkan Aula Mirrors tempat mereka menari, yang merupakan semacam mimpi bagi mereka," kata dia kemudian.

Berita Terkait

Berita Terkini