Relationship

SMA di China Memisahkan Cowok dan Cewek di Kantin Biar Tidak Cinlok

SMA itu punya aturan yang sangat ketat.

Yoeni Syafitri Sekar Ayoe | Yasinta Rahmawati

Ilustrasi patah hati. (Unsplash/Kelly Sikkema)
Ilustrasi patah hati. (Unsplash/Kelly Sikkema)

Dewiku.com - Kata orang, masa SMA adalah masa paling indah sebab cinta lokasi alias cinlok rawan terjadi. Namun, sebuah SMA di China tidak membiarkan hal itu terjadi pada siswanya.

Dilansir dari South China Morning Post, sebuah SMA di provinsi Henan, China sedang dikritik karena aturan yang memisahkan siswa laki-laki dan perempuan di kantin. Itu merupakan upaya pihak sekolah menentang terjadinya cinlok.

Seorang anggota Sekolah Menengah No. 1 Kabupaten Suiping mengonfirmasi bahwa aturan itu dikembangkan untuk mencegah siswa memiliki hubungan romantis satu sama lain.

SMA di China melarang siswa cinlok. (YouTube/Mr Anderson)
SMA di China melarang siswa cinlok. (YouTube/Mr Anderson)

 

Tidak berhenti di situ saja, rupanya sekolah memberlakukan aturan ketat. Sistem poin diterapkan dan dikategorikan ke dalam dua jenis perilaku, didorong atau dilarang.

Siswa yang kehilangan 25 poin akan secara otomatis dikeluarkan dari sekolah.

Perilaku yang dilarang termasuk berpegangan tangan, apakah para siswa berjenis kelamin sama atau tidak, dan sendirian namun terlihat bersama.

"Jika siswa memiliki kontak fisik, atau dua siswa - apakah berjenis kelamin sama atau tidak - berjalan bersama, mereka akan dianggap memiliki hubungan romantis," kata siswa, yang namanya tidak mau disebutkan.

SMA di China melarang siswa cinlok. (YouTube/Mr Anderson)
SMA di China melarang siswa cinlok. (YouTube/Mr Anderson)

 

Para siswa juga dilarang membawa tas di sekolah untuk mencegah penggunaan perangkat elektronik serta membawa makanan ringan yang dianggap tidak pantas oleh sekolah.

"Bukankah seharusnya anak normal memiliki emosi selama masa pertumbuhannya? Anda harus memberi saran dan berkomunikasi dengan mereka, tidak merusak sifat manusia dengan cara ekstrem seperti itu," kritik salah satu netizen Weibo.

"Saya sarankan sekolah dibagi menjadi dua kampus, satu untuk perempuan dan satu untuk laki-laki. Ini pasti akan lebih efektif," tulis netizen lain dalam komentar.

Berita Terkait

Berita Terkini