Beauty

Waspada, Girls! Kandungan Sunscreen Bisa Berbahaya bagi Tubuh

Ini hasil studinya.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi menggunakan sunscreen. (Unsplash/Humphrey Muleba)
Ilustrasi menggunakan sunscreen. (Unsplash/Humphrey Muleba)

Dewiku.com - Tabir surya atau sunscreen sangat penting digunakan saat beraktivitas di luar ruangan. Produk tersebut berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Namun, baru-baru ini ada studi yang menyebutkan bahwa beberapa kandungan sunscreen bisa memberikan efek samping yang berbahaya bagi tubuh manusia, bahkan hewan.

Menurut peneliti di Hong Kong Baptist University, sunscreen mengandung filter UV di antaranya benzophenone-3 (BP-3), ethylhexyl methoxycinnamate (EHMC), dan octocrylene (OC) untuk melindungi kulit dari paparan radiasi yang karsinogenik. Produsen juga menggunakan bahan kimia yang sama untuk melindungi produk tekstil dari sengatan matahari.

Penelitian kemudian dilakukan dengan mengumpulkan air dan biota laut dari 30 pantai di Hong Kong, termasuk udang, ikan dan kerang. Ternyata, bahan kimia pada tabir surya yang ada di laut dapat masuk ke manusia melalui rantai makanan sehingga berdampak negatif bagi kesehatan tubuh.

Penggunaan sunscreen bermanfaat melindungi kulit dari paparan sinar matahari. (Unsplash/qi bin)
Penggunaan sunscreen bermanfaat melindungi kulit dari paparan sinar matahari. (Unsplash/qi bin)

Penelitian berlanjut dengan pengisian akuarium di laboratorium yang telah terkontaminasi 3 filter UV dengan ikan zebra dan udang selama 47 hari. Hasilnya, ikan zebra tidak terluka tapi tingkat mortalitas embrio mereka meningkat dari 10 persen menjadi 60 persen. Sejumlah embrio juga ditemukan dalam kondisi abnormal atau cacat.

Pakar kualitas air dari Hong Kong Baptist University, Dr Kelvin Leung mengatakan, lebih dari 70 persen struktur genetis ikan zebra menyerupai manusia sehingga efek dari kontaminan ini juga berlaku untuk manusia.

Artinya, dampak jangka panjang penggunaan sunscreen atau tabir surya tidak boleh diabaikan.

Ilustrasi produk sunscreen. (Unsplash/Kori Nori)
Ilustrasi produk sunscreen. (Unsplash/Kori Nori)

''Kami harap bahan kimia tersebut diatur lebih baik dan menyarankan para produsen beralih ke filter UV mineral seperti oksida seng dan titanium oksida,'' kata dia.

Sementra itu pada awal 2018 ini, Hawaii telah menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat yang melarang penggunaan sunscreen dengan kandungan oxybenzone dan octinoxate. Keduanya dilaporkan dapat merusak terumbu karang, bahkan hanya dalam kurun waktu 3 tahun mendatang.

 

Artikel ini sudah dipublikasikan di Suara.com dengan judul Studi : Kandungan Tabir Surya Berisiko Bahaya Bagi Tubuh

Berita Terkait

Berita Terkini