Trending
Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
Terpikat Singles Inferno? Ini beda ekspektasi dan realita dating di dunia nyatabiar nonton tetap seru tanpa bikin cewek single overthinking.
Vania Rossa
Dewiku.com - Single’s Inferno balik lagi, dan seperti biasa, langsung bikin timeline rame. Reality show kencan Korea dari Netflix ini memang punya semua elemen yang bikin nagih: visual para kontestan yang nyaris sempurna, momen flirting yang bikin senyum-senyum sendiri, plus romansa yang terasa intens dalam waktu singkat.
Nggak heran banyak yang nonton sambil ikut baper, atau diam-diam jadi mikir, “Kok dunia dating aku nggak kayak gini ya?”
Sebelum kamu tenggelam terlalu jauh dalam fantasi pulau “Inferno”, ada satu hal penting yang perlu diingat: dunia kencan di kehidupan nyata memang nggak se-glamor itu, dan itu sepenuhnya normal.
Yuk lurusin ekspektasi dulu, biar nonton tetap seru tanpa bikin overthinking.
Ekspektasi #1: Semua Orang yang Kamu Kencani Akan Se-Perfect Kontestan Reality Show
Realita: Kontestan Single’s Inferno dipilih lewat proses seleksi ketat. Mereka bukan cuma good looking, tapi juga percaya diri, komunikatif, dan nyaman jadi pusat perhatian.
Di dunia nyata? Banyak orang lagi fokus bangun karier, masih healing dari hubungan lama, atau sudah lama nggak dating sampai jadi canggung buat mulai lagi. Bukan berarti mereka kurang menarik, tapi mereka cuma manusia biasa yang punya proses.
Kalau kamu juga kadang ngerasa awkward atau kurang pede saat kencan, tenang saja, kamu normal, kok.
Ekspektasi #2: Kalau Ada Kemistri, Pasti Langsung Terasa
Realita: Di reality show, interaksi berminggu-minggu dipadatkan jadi beberapa episode. Ditambah editing dramatis dan suasana intens, semuanya jadi terlihat serba instan.
Baca Juga
Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?
Shabu dan Grill Halal dalam Satu Meja, Pengalaman Makan Hangat untuk Keluarga
FolagoPro Debut sebagai Promotor Konser, Hadirkan An Evening with Brian McKnight di Jakarta
Minum Kopi Bisa Bikin Perempuan Terlihat Lebih Awet Muda? Ini Faktanya
Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
Di dunia nyata, koneksi yang sehat biasanya tumbuh pelan-pelan. Rasa nyaman, percaya, dan klik secara emosional itu dibangun lewat waktu, obrolan, dan pengalaman bareng, bukan cuma dari satu dinner.
Kalau belum langsung “spark”, bukan berarti gagal. Bisa jadi kamu cuma butuh waktu.
Ekspektasi #3: Kamu Harus Jago Flirting
Realita: Di layar kaca, flirting terlihat effortless. Di dunia nyata? Banyak cewek deg-degan mikirin topik obrolan, takut awkward, atau overthinking habis ngomong sesuatu.
Dan itu bukan tanda kamu buruk dalam dating — itu tanda kamu manusia. Flirting itu skill, bukan bakat lahir. Bisa dipelajari, bisa dilatih, dan bisa berkembang seiring waktu.
Ekspektasi #4: Pilihan Cinta Selalu Jelas
Realita: Di acara TV, pilihan pasangan terlihat simpel: A atau B. Di kehidupan nyata, semua orang datang dengan jadwal padat, beban pikiran, trauma lama, dan prioritas hidup masing-masing.
Timing bisa nggak pas. Perasaan bisa campur aduk. Dan prosesnya sering nggak rapi. Love life jarang punya alur seindah drama, tapi justru itu yang bikin nyata.
Ekspektasi #5: Kedekatan Fisik Terjadi Cepat
Realita: Di Single’s Inferno, pegangan tangan dan momen romantis muncul lebih cepat karena lingkungannya memang mendukung.
Di kehidupan nyata, banyak orang butuh waktu sebelum nyaman secara fisik. Dan itu bukan kuno, bukan kaku, bukan jual mahal. Itu namanya punya batasan dan menghargai diri sendiri.
Berjalan dengan ritme kamu sendiri adalah bentuk self-respect, bukan kekurangan.
Jadi, Sebelum Nonton:
Boleh kok menikmati Single’s Inferno sepenuhnya, tapi ingat ini hiburan, bukan standar hidup.
- Jangan bandingkan perjalanan cintamu dengan hasil editing reality show
- Ingat bahwa percaya diri & flirting itu skill yang bisa dipelajari
- Hubungan sehat dibangun pelan-pelan, bukan instan
- Nggak ada timeline yang “terlambat” dalam cinta








