Fashion

Kisah Inspiratif Pebisnis Hijab Online asal Solo, Modalnya Nol!

Meski begitu, kesuksesan yang diraih tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Kintan Sekarwangi

Renny Silviana Fajrin, Owner Bisnis Hijab Online Trinity. (DewiKu.com/Ema Rohimah)
Renny Silviana Fajrin, Owner Bisnis Hijab Online Trinity. (DewiKu.com/Ema Rohimah)

Dewiku.com - Zaman sekarang, perkembangan internet memang luar biasa. Tak hanya memudahkan banyak orang untuk mencari informasi tapi juga bisa membuka pintu rezeki. Bisnis hijab online pun menjelma jadi salah satu peluang paling populer saat ini.

Perkembangan teknologi memang telah membuka kesempatan pada banyak orang untuk berjualan melalui dunia maya. Belakangan, bisnis online semakin digandrungi. Mulai dari anak sekolah hingga ibu rumah tangga, semuanya bisa mencoba peruntungan masing-masing, terlebih bagi orang yang mempunyai jiwa kewirausahaan.

Renny Silviana Fajrin, misalnya. Perempuan berusia 24 tahun asal Solo, Jawa Tengah, ini secara otodidak belajar dan terjun ke dunia bisnis online. Berawal dari hobi belanja sejak SMA, dia jadi terdorong untuk membuat usaha mandiri.

"Berawal dari hobi belanja waktu SMA. Itu, kan, baru aja pakai hijab. Nah, jadi baru sering-seringnya belanja hijab. Terus berpikir, kenapa nggak jadi peluang usaha aja? Daripada jadi konsumen terus, lalu memilih untuk mulai jadi produsen," ungkap Renny, saat ditemui DewiKu.com, Sabtu (25/5/2019) akhir pekan kemarin.

Renny adalah seorang owner bisnis online yang menjual beragam jenis hijab. Dia berjuang membangun mereknya sendiri yang dinamai Trinity dan kini bisa dibilang cukup populer di media sosial Instagram dengan akun @trinity.id.

Perempuan berhijab. (Unsplash/Ifrah Akhter)
Perempuan berhijab. (Unsplash/Ifrah Akhter)

Merintis bisnis online mulai dari nol dan tanpa modal sama sekali

Renny memulai bisnis hijab online sejak SMA dengan tanpa modal sama sekali. Usianya saat itu bahkan baru 17 tahun. Cukup berani, kan?

Ia bercerita, mulanya hanya jadi seorang reseller yang mengambil barang dagangan dari supplier dan kemudian dipasarkan melalui brand Trinity.

Namun setelah menjalaninya sekitar dua tahun, Renny mulai merasa capek. Alasannya, ia tidak bisa memastikan stok barang yang diminta oleh para konsumen. Saat itulah tercetus ide untuk fokus membangun bisnisnya secara mandiri. Mulai dari bahan dasar, produksi, hingga pemasaran, semuanya sudah lepas campur tangan supplier.

Hanya saja, ia pun mengaku awalnya tidak konsisten dalam berwirausaha karena sibuk melanjutkan studi di jurusan Manajemen Universitas Sebelas Maret. Barulah saat lulus sarjana, dia memutuskan untuk benar-benar fokus mengembangkan Trinity.

Memang baru sekitar dua tahun belakangan Renny fokus membuat Trinity melangkah lebih jauh lagi. Namun, hasilnya tidak mengecewakan. Saat ini Trinity telah berhasil menjadi salah satu online shop hijab terpopuler di kalangan anak muda hingga ibu-ibu

Trinity sudah mempunyai lebih dari 21 ribu pengikut di Instagram. Omset bisnis hijab online berusia enam tahun ini juga patut diacungi jempol, yakni mencapai Rp 40 juta hingga Rp 100 juta per bulan.

Produk hijab di Tirnity. (Istimewa/Dok. Pribadi)
Produk hijab di Tirnity. (Istimewa/Dok. Pribadi)

Kendala dalam bisnis

Omset besarnya sekarang, tentu adalah hasil kerja keras Renny selama kurang lebih enam tahun ini. Bukan tanpa hambatan, Renny sudah jatuh bangun melewati berbagai kendala dalam membangun bisnis online hijab miliknya.

Jika pada awal merintis bisnis kendala utama adalah masalah modal, sekarang bukan itu lagi yang paling bikin Renny pusing. Ada masalah lain yang muncul, yaitu berhubungan dengan keterbatasan penjahit dan upaya mencukupi permintaan konsumen.

Saat memutuskan untuk mulai fokus membangun brand sendiri, Renny memang memutuskan untuk memakai jasa penjahit rumahan. Namun, saat permintaan konsumen terus bertambah, rupanya tidak mudah mencari penjahit baru untuk melancarkan produksi.

Menurut Renny, menemukan dan bekerja sama dengan penjahit itu ibarat mencari jodoh, harus pas di hati. Nyatanya, hal itu sedikit membuat Renny kebingungan saat ingin menggaet penjahit yang mau berkomitmen dan tanggung jawab.

Kendala berikutnya adalah tingginya persaingan bisnis hijab online, utamanya perkara harga. Biasanya online shop berani pasang harga sangat murah, sedangkan itu bukan spesialisasi pasar Trinity.

Meski begitu, Renny tidak takut. Ia tetap sangat optimis Trinity bisa terus berkembang dan mendapatkan tempat sendiri di hati konsumennya.

Trinity selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pengikutnya, mulai dari inovasi produk hijab, kualitas bahan, selalu berusaha mengikuti tren, hingga berharap bisa menjadi pionir dalam model hijab kekinian. Trinity bahkan mengklaim produknya mempunyai kualitas yang sama baiknya dengan brand-brand terkenal pendahulunya.

Berinovasi dalam mengeluarkan jenis atau model hijab baru setiap bulan adalah kunci Trinity membuat para konsumennya tetap setia. Harga hijabnya pun tergolong sangat terjangkau untuk kualitas premium.

Produk hijab di Tirnity. (Istimewa/Dok. Pribadi)
Produk hijab di Tirnity. (Istimewa/Dok. Pribadi)

Kunci sukses bisnis online adalah promosi

Renny tak puas begitu saja dengan pencapaian bisnis onlinenya saat ini. Dia sedang bersiap untuk mempunyai offline store tersendiri.

Dia juga punya cita-cita untuk membuat konveksi sendiri agar lebih memudahkan dirinya dalam memproduksi kebutuhan penjualan. Selanjutnya, dia punya target baru untuk membangun bisnis dengan brand baru yang menjual fesyen item berbeda, seperti hijab instan hingga pakaian syar'i, tapi tetap di bawah naungan Trinity.

Ditanya soal kunci kesuksesan bisnis online, Renny menyebut pentingnya kekuatan promosi. Menurutnya, bisnis online itu jelas harus rajin promosi agar orang selalu tahu dan tidak pernah lupa jika brand tersebut masih ada dan terus berinovasi.

"Bisnis online itu kuncinya promosi. Jangan malas untuk iklan dan promosi. Siapkan budget tertentu dalam sebulan itu untuk promosi," kata Renny menerangkan.

"Karena percuma, sebagus apapun produk kita, apalagi online ya, kalau nggak promosi, orang-orang jadi tidak pernah tahu tentang brand kita," lanjutnya.

"Promosi bisa lewat endorse selebgram, atau ikut paid promote di Instagram, bisa juga melalui Instagram Ads itu,” saran Renny.

Renny Silviana Fajrin, Owner Bisnis Hijab Online Trinity. (DewiKu.com/Ema Rohimah)
Renny Silviana Fajrin, Owner Bisnis Hijab Online Trinity. (DewiKu.com/Ema Rohimah)

Jatuh cinta kepada Trinity

Bagaimana pendapat para konsumen setia soal produk Trinity? Rupanya banyak pelanggan yang sudah bolak-balik belanja hijab di Trinity karena menyukai koleksi-koleksi yang ditawarkan.

"Kurang lebih hampir satu tahun udah jadi pelanggan Trinity. Aku tahu brand hijab ini dari teman-teman, mereka juga sudah jadi pelanggan Trinity dari dulu," ungkap salah satu pelanggan Trinity bernama Okky.

"Sebelumnya aku selalu beli hijab yang dipakai selebgram. Terus waktu coba koleksi hijab dari Trinity, ternyata kualitasnya sama tapi harganya beda jauh. Jadi sekarang pilih Trinity dengan kualitas yang bagus dan harganya terjangkau," lanjut Okky.

Eka, pelanggan lainnya, juga mengaku sudah beberapa kali belanja hijab di Trinity selama setahun belakangan. "Aku tahu Trinity awalnya dari Instagram. Kalau nggak salah sih, dari paid promote gitu," kata dia.

"Pilihan warna hijab di Trinity itu banyak, jenis hijabnya juga bervariasi. Dengan harganya yang murah, kualitasnya nggak kalah dengan produk hijab yang sudah terkenal. Itu yang bikin suka beli di Trinity," tambah Eka.

Ada yang juga ingin sukses dan bertahan di tengah ketatnya persaingan bisnis hijab online seperti Renny? Melihat dari perjuangan Renny selama bertahun-tahun, ada tiga kata untuk mewakili rahasia kesuksesan Trinity: harus fokus, berkomitmen, dan jangan mudah menyerah.

Berita Terkait

Berita Terkini