Lifestyle

Hindari Makanan Ini saat Perut Kosong

Beberapa di antaranya mungkin jadi penyebab perutmu sakit di pagi hari.

Tinwarotul Fatonah | Yasinta Rahmawati

Pexels.com
Pexels.com

Dewiku.com - Mengonsumsi buah saat perut dalam keadaan kosong di pagi hari memang efektif untuk menyerap nutrisi buah, tapi jangan samakan semua makanan dengan buah. Perlu hati-hati karena ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya kamu hindari saat perut kosong. Nah kali ini Dewiku.com punya tujuh daftarnya, yuk simak!

1. Makanan pedas

Bagi kamu penyuka makanan pedas, lebih baik hindari memakannya saat perutmu masih kosong, karena makanan pedas dapat merusak dan mengiritasi mukosa lambung. Selain itu dapat meningkatkan produksi asam dalam perut, bahaya sekali untuk kamu yang punya riwayat sakit maag.

Pexels.com
Pexels.com


2. Makanan mengandung ragi

Rupanya mengonsumsi makanan yang mengandung ragi seperti roti kering dan pastry saat perut kosong bisa bikin perut kembung. Sebagai gantinya, oatmeal, telur, kacang, bubur jagung dan makanan dari gandum bisa kam konsumsi.

3. Buah-buahan sitrus

Hindari sarapan dengan buah yang asam seperti jeruk dan lemon. Asam pada jeruk bisa bikin perut mulas, radang perut serta sakit lambung bagi yang nggak kuat.

4. Makanan manis buatan

Mengonsumsi makanan manis dengan gula buatan seperti permen dapat meningkatkan kadar insulin yang secara signifikan akan meningkatkan muatan pankreas. Hal ini bisa memicu diabetes.

Pexels.com
Pexels.com

5. Tomat

Meski tomat kaya akan kandungan antioksidan, vitamin dan mineral, tomat mengandung asam tannic yang dapat meningkatkan keasaman dalam perut.

6. Timun

Begitupun dengan timun yang kaya kandungan asam amino. Hati-hati mengonsumsinya saat perut kosong karena bisa menyebabkan perut mulas, perut kembung, dan sakit perut lainnya.

Pexels.com
Pexels.com


7. Pisang

Yang terakhir cukup membuat pro dan kontra. Pasalnya pisang sangat efektif untuk membuat perut merasa kenyang lebih lama.

Tapi mengonsumsinya saat perut kosong bakal bikin kadar magnesium dalam darah meningkat. Hal ini dapat membahayakan fungsi hati dan jantung.

Berita Terkait

Berita Terkini