Lifestyle

Buku Ini Ajarkan Cara Mengenal Perempuan Lebih Dalam

Mari mengenal perempuan lebih dalam.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Perempuan belajar giat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (Unsplash/Eliabe Costa)
Perempuan belajar giat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (Unsplash/Eliabe Costa)

Dewiku.com - Katanya, susah mengenal perempuan dengan baik. Perempuan dianggap makhluk yang rumit dan sulit dimengerti. Hal ini menyebabkan banyak orang sulit memahami isi hati perempuan dan apa yang sebenarnya mereka inginkan.

Naomi Ernawati Lestari, M.Psi, psikolog dari Klinik LightHOUSE Indonesia, mengungkapkan anggapan bahwa perempuan adalah mahkluk yang rumit dan susah dimengerti mungkin karena yang melihat dari sisi lelaki.

Mengutip penelitian Paul Costa, Robert McCrae, dan Antonio Terracciano yang melibatkan 23.000 lelaki dan perempuan dari 26 budaya, termasuk di Hong Kong, Amerika, India, dan Rusia, Naomi menuturkan bahwa perempuan sendiri menyebutkan mereka sebagai orang yang hangat, ramah, tapi lebih cemas dan sensitif terhadap perasaan mereka daripada lelaki.

''Sementara lelaki menyebutkan bahwa diri mereka lebih asertif dan terbuka pada ide baru,'' kata Naomi.

Perbedaan emosi, cara pandang, penyelesaian masalah, dan lainnya menyebabkan lelaki memandang perempuan lebih rumit karena mereka lebih banyak mempergunakan sisi emosional dibandingkan sisi rasional.

Buku Perempuan-Perempuan Perawat Kenangan. (Suara.com/Firsta Putri Nodia)
Buku Perempuan-Perempuan Perawat Kenangan. (Suara.com/Firsta Putri Nodia)

Sementara, kata Naomi, lelaki lebih melihat sisi rasional, sehingga emosional kadang dikesampingkan. Hal inilah yang membuat perempuan memiliki lebih banyak pertimbangan sehingga lelaki merasa perempuan lebih rumit.

''Anggapan tersebut mungkin muncul karena seringkali lelaki sulit mengerti apa yang sebenarnya diinginkan perempuan. Banyak akhirnya masalah dan kesalahpahaman timbul di antara lelaki dan perempuan karena perbedaan cara berkomunikasi,'' terang dia.

Lelaki berkomunikasi dengan cara yang spesifik. Mereka memandang sesuatu lebih harfiah daripada perempuan karena mereka berkomunikasi dari kepalanya, menggunakan pikiran dan logika.

Perempuan bisa berkomunikasi seperti ini juga, tapi mereka cenderung mengembangkan cara berkomunikasi lainnya, yakni yang menggunakan emosi dan perasaan untuk mengekspresikan pengalaman mereka.

''Karena cara berkomunikasinya berbeda, sering terjadi salah paham dan akhirnya perempuan dianggap rumit. Mengapa? Karena mereka sering kali tidak mengkomunikasikan apa yang sebenarnya ingin mereka katakan dan berharap lelaki langsung mampu menangkap apa yang mereka maksud,''kata Naomi.

Hal yang sama juga dikatakan Tiara Sari, penulis asal Pariaman-Padang. Perempuan 26 tahun ini baru menerbitkan buku kumpulan cerpen yang bertemakan perempuan, yaitu Perempuan-Perempuan Perawat Kenangan.

Ilustrasi peringatan Hari Perempuan Internasional. (Unsplash/Brianna Santellan)
Ilustrasi peringatan Hari Perempuan Internasional. (Unsplash/Brianna Santellan)

Dalam bukunya, ia akan mengajak orang-orang untuk lebih mengenali perempuan. Jika selama ini kamu mengenal perempuan dari nama, wajah, suara, atau kebiasaan-kebiasaannya, artinya kamu belum mengenal perempuan.

''Perempuan seperti baling-baling kipas. Jangan menghitungnya saat ia tengah berputar cepat. Tapi tunggulah saat baling-baling itu berhenti. Nah, dengan adanya buku ini, saya ingin orang-orang bisa melihat lebih dalam sosok perempuan. Karena buku ini berisi perihal yang tak tercatat dari perempuan yang sering luput, sehingga dianggap rumit,'' tutur Tiara.

Terpenting, semua isi dari cerpen ini memotret realitas kehidupan. Kamu tidak hanya disajikan sebuah cerita yang isinya diperankan tokoh perempuan, tapi juga mengangkat masalah sosial.

Lebih dalam, kata Tiara Sari, lewat buku ini kamu akan tahu betapa setiap perempuan akan menjadi rumah yang akan membuatmu merasa sempurna, hanya bila kamu betul-betul mengenalnya.

''Sudahkah kamu mengenal perempuan? Mengenal hatinya, bukan wajahnya. Jika kamu ingin memulai, kamu bisa memulainya dari Perempuan-Perempuan Perawat Kenangan ini,'' tandasnya. (Suara.com/Firsta Nodia)

Berita Terkini