Lifestyle

Ini 3 Alasan Penting Kita Perlu Merayakan Hari Perempuan Internasional

Sebab perempuan seringkali masih menjadi objek yang dikesampingkan.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yasinta Rahmawati

Ilustrasi womens day. (Pixabay)
Ilustrasi womens day. (Pixabay)

Dewiku.com - Perempuan di seluruh dunia tengah memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day yang jatuh pada 8 Maret tiap tahunnya.

Hari Perempuan Internasional pertama kali dirayakan pada tanggal 28 Februari 1909 di New York, Amerika Serikat (AS) dan diselenggarakan oleh Partai Sosialis AS.

Sudah lebih dari satu abad berlalu dan para perempuan masih harus menempuh jalan panjang untuk meningkatkan hak-hak mereka. Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dilakukan untuk mengakhiri diskriminasi terhadap perempuan.

Karena itulah, berikut alasan kenapa kita perlu merayakan Hari Perempuan Internasional.

Ilustrasi womens day. (Pixabay)
Ilustrasi womens day. (Pixabay)

1. Anak perempuan masih menjadi subyek diskriminasi

Di banyak negara, pendidikan anak perempuan masih tidak dianggap sama pentingnya dengan pendidikan anak laki-laki. Padahal pendidikan sangat penting untuk pembangunan dan merupakan salah satu alat paling ampuh untuk memutus siklus kemiskinan dan diskriminasi gender.

2. Kekerasan pada perempuan masih dianggap biasa

Kekerasan terhadap perempuan masih mengisi berita utama di media massa. Hal ini lantaran masih banyak orang menganggapnya 'lumrah'. Perempuan masih dilecehkan secara seksual di tempat kerja dan tidak merasa aman saat jalan-jalan bahkan ketika bermedia sosial sekalipun.

Ilustrasi peringatan Hari Perempuan Internasional. (Unsplash/Chick Mcclure)
Ilustrasi peringatan Hari Perempuan Internasional. (Unsplash/Chick Mcclure)

3. Perempuan masih berjuang sendiri

Meskipun kesulitan dan rintangan terus dihadapi perempuan di manapun, mereka membuat sejarah dan terus membela hak-hak mereka. Dan itu berdampak pada tingkat komunitas, nasional dan global.

Masih ingat dengan pemenang hadiah perdamaian, Malala Yousafzai? Ia dengan berani terus berkampanye untuk pendidikan anak perempuan, setelah ditembak di kepala oleh seorang pria bersenjata Taliban dalam perjalanan pulang dari sekolah.

Namun seberani apapun perempuan, mereka masih membutuhkan dukungan lingkungan sekitarnya. Jadi, sudah siap ikut merayakan Hari Perempuan Internasional?

Berita Terkait

Berita Terkini