Lifestyle

Viral, Pemakaian Hak Tinggi di Jepang Picu Gerakan Online

Karena para pelamar kerja harus kesakitan mengenakan hak tinggi.

Yoeni Syafitri Sekar Ayoe | Yasinta Rahmawati

High heels. (Unsplash)
High heels. (Unsplash)

Dewiku.com - Memakai sepatu hak tinggi tidaklah direkomendasikan untuk dipakai sepanjang hari. Sebab, selain menyakitkan, sepatu hak tinggi bisa mempengaruhi struktur kaki.

Dilansir dari SoraNews24, wanita di Jepang sering diwajibkan mengenakan sepatu hak tinggi saat berburu pekerjaan maupun saat bekerja di kantor.

Nah, baru-baru ini, muncul gerakan online dengan tagar #KuToo yang ingin menghancurkan bagian dari aturan berpakaian itu.

Salah satu pengguna Twitter @udondon1234 memperlihatkan bagaimana kakinya sampai berdarah karena harus memakai hak tinggi saat berkeliling kota mencari kerja.

Gerakan online #KuToo. (Twitter/@udondon1234)
Gerakan online #KuToo. (Twitter/@udondon1234)

 

Baru-baru ini ia pergi ke sebuah wawancara yang berjarak lima menit jalan kaki dari Stasiun Shin, Osaka . Waktu yang cukup lama untuk bercak darah menyebar dari luka yang baru saja terbuka di bagian belakang pergelangan kakinya, di mana pompa-nya menggali ke dalam kulitnya .

Luka itu cukup parah sehingga darah bahkan mengalir ke luar sepatu, meninggalkan bekas darah kering. "Hak tinggi adalah suatu kesalahan untuk memaksa wanita memakainya. Mereka mengatakan sopan santun untuk memakainya? Ini cedera medis!"

Gerakan online #KuToo. (@Rikarikari_a)
Gerakan online #KuToo. (@Rikarikari_a)

 

Sebagai bagian dari seruannya untuk mengakhiri praktek tersebut, @ udondon1234 juga mentweet tagar #KuToo, yang merupakan terjemahan bahasa Jepang 'kutsu' untuk 'sepatu'.

Tagar #KuToo telah muncul di media sosial Jepang dengan frekuensi yang semakin meningkat. Gerakan ini diharapkan mampu mengatasi masalah pencari kerja yang harus berurusan dengan hak tinggi.

Berita Terkait

Berita Terkini