Relationship

Tak Hanya Stres, Putus Cinta Kerap Sebabkan 4 Masalah Kesehatan Ini

Putus cinta dapat berdampak pada kondisi kesehatan fisik maupun psikis.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi wanita sedang sedih. (Unsplash/Yuris)
Ilustrasi wanita sedang sedih. (Unsplash/Yuris)

Dewiku.com - Kesedihan mendalam yang dirasakan kala putus cinta tidak bisa disepelekan. Pasalnya, kondisi itu bahkan bisa menyebabkan munculnya masalah kesehatan.

Rasa sakit yang timbul dari patah hati sebenarnya bisa memberikan dampak berbeda-beda bagi setiap orang. Mengutip Hellosehat, berikut sejumlah efek putus cinta terhadap kesehatan Anda:

1. Nyeri dada

Penelitian dari National Academy of Sciences of The United States of America menemukan fakta menarik bahwa aktivitas otak orang yang baru putus cinta mempunyai kesamaan dengan orang yang sedang merasakan sakit secara fisik. Khususnya, saat orang itu melihat foto pasangan yang meninggalkannya.

Kondisi ini kemungkinan muncul saat sistem saraf simpatis dan parasimpatis aktif bersamaan.  Saraf parasimpatis sendiri berfungsi mengatur sistem pencernaan dan produksi air liur. Jika saraf ini menyala, detak jantung dan sistem pernapasan Anda bakal melambat. 

Di sisi lain, aktifnya sistem saraf simpatis akan mengencangkan otot dan membuat detak jantung semakin kencang. Jika kedua sistem saraf tersebut bekerja, bakal timbul rasa tak nyaman, salah satunya nyeri dada. 

Ilustrasi serangan jantung, dada sesak, nyeri dada. (Shutterstock)
Ilustrasi nyeri dada. (Shutterstock)

2. Stres

Putus cinta sangat mungkin membuat stres. Kalau dibiarkan, ini akan berdampak buruk terhadap kesehatan fisik Anda. 

Stres bisa menaikkan kadar hormon kortisol dalam tubuh. Pada beberapa kasus, peningkatan hormon kortisol akan memengaruhi hampir semua organ tubuh Anda, termasuk tekanan darah dan jantung. 

Saat stres, jantung berdetak lebih cepat dari biasanya dan tekanan darah pun akan meningkat. Membiarkan kondisi ini terlalu lama tentu memberi beban yang jauh lebih berat pada jantung.

Stres akibat putus cinta juga bisa bikin Anda lebih mudah panik dan ketakutan saat menghadapi suatu masalah yang bahkan tak ada kaitannya denan hubungan asmara. 

3. Kualitas tidur terganggu

Kualitas tidur seseorang juga bisa terganggu akibat putus cinta. Faktor penyebabnya bisa sangat beragam.

Misalnya, selama ini Anda terbiasa berbagi perasaan dan pikiran kepada pasangan sebelum tidur. Namun, hal ini tidak lagi mungkin dilakukan saat hubungan sudah kandas.

Anda merasa ada yang hilang dari rutinitas tidur harian. Akibatnya, Anda akan kembali teringat mantan yang bisa berujung pada nostalgia sehingga meningkatkan hormon kortisol. 

Peningkatan hormon kortisol ini bisa membuat tidur Anda menjadi tidak nyenyak. Kualitas tidur Anda pun terganggu. Bisa jadi Anda baru pergi tidur lewat tengah malam atau mungkin tiba-tiba terbangun di tengah malam tanpa sebab yang jelas.

Ilustrasi makan kentang goreng. (Pixabay/Pexels)
Ilustrasi makan kentang goreng. (Pixabay/Pexels)

4. Kenaikan berat badan

Menurut sebuah studi dari Yale University, stres kronis yang dilepaskan hormon kortisol rupanya memang bisa menimbun lemak di perut Anda. Namun, penelitian juga menyebutkan bahwa kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita ketimbang pria. 

Selain itu, stres memang kerap memicu seseorang untuk makan lebih banyak dari biasanya tanpa terkendali. Akibatnya, asupan makanan yang tinggi lemak, gula, dan garam pun menjadi tak terkontrol.

Meskipun begitu, kondisi ini mungkin berlaku pada sebagian orang saja. Sebagian lainnya justru merasa tidak nafsu makan sehingga berat badan mereka jadi merosot.

Berita Terkait

Berita Terkini