Relationship

Jangan Galau Terus, 6 Tips Move On saat Kamu Jadi Korban Ghosting

Ghosting atau ditinggal tanpa alasan bisa membuatmu galau lebih lama dibandingkan putus cinta.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati

Susah move on. (Unsplash/Anthony Tran)
Susah move on. (Unsplash/Anthony Tran)

Dewiku.com - Putus dari pacar memang menyakitkan. Namun, tak hanya putus, fenomena ghosting atau ditinggal tanpa kabar juga semakin sering terjadi dan rasanya tak kalah menyesakkan.

Bayangkan saja saat kamu sedang sudah merasa cocok dengan si dia dan berharap hubungan kalian akan berjalan lancar, tapi dia tiba-tiba hilang tanpa alasan.

Tak heran, jadi korban ghosting bisa terasa lebih menyakitkan daripada diputuskan pacar. Pasalnya, kamu tidak mendapat kejelasan mengapa tiba-tiba ditinggalkan.

Nah, jika kamu merupakan salah satu korban ghosting, berhentilah menyalahkan diri sendiri.

Melansir laman Your Tango, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk move on setelah menjadi korban ghosting.

Saat sedih dunia terlihat lebih kelabu (Ilustrasi Shutterstock).
Ilustrasi korban ghosting (Ilustrasi Shutterstock).

1. Jangan terburu-buru kembali berkencan

Jadi korban ghosting dapat membuat harga dirimu terluka. Sebelum kembali berpacaran, fokuslah untuk menyembuhkan rasa sakit yang ada.

Jangan terburu-buru mengambil risiko berpacaran hingga kamu merasa siap.

2. Jangan coba-coba menghubunginya kembali

Kadang, kamu merasa tak puas karena ditinggalkan begitu saja tanpa alasan. Namun, jangan coba-coba untuk menghubunginya dan memohonnya untuk kembali.

Selain itu, jangan memintanya untuk memberimu alasan. Ketahuilah bahwa mereka adalah seorang pengecut yang tak menghargai perasaanmu.

3. Berhentilah berimajinasi soal masa depan

Karena merasa cocok dengannya, kamu pun tak bisa berhenti membayangkan masa depan bersama. Padahal, imajinasi ini cuma akan membuatmu makin sakit hati.

Dia tak pantas mendapat perhatianmu. Alih-alih berimajinasi, berjanjilah pada diri sendiri untuk lebih berhati-hati di masa depan.

Ilustrasi perempuan stres. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)

4. Belajar dari pengalaman

Kamu dak bertanggung jawab atas perilaku buruknya. Satu-satunya kesalahanmu adalah terlalu gampang percaya.

Dari pengalaman ini, belajarlah untuk tak terburu-buru dalam menjalin sebuah hubungan di masa depan.

5. Buat aturan baru sebelum kembali berkencan

Biar tidak menjadi korban ghosting lagi, buatlah aturan dan standar sebelum kamu kembali berkencan.

Pastikan orang yang kamu kencani nanti benar-benar pantas menerima perhatianmu. Jangan sampai mengulang kesalahan yang sama.

6. Berbahagialah karena kamu bebas darinya

Si pelaku ghosting tak pantas mendapat perhatianmu. Mereka adalah orang kejam, tak dewasa, dan tidak segan menyakiti.

Jadi, kamu mesti berbahagia karena dia tak lagi bersamamu. Ini memberimu kesempatan untuk menemukan seseorang yang jauh lebih pantas dan benar-benar menyayangimu. Jangan jadi korban ghosting terus!

Berita Terkait

Berita Terkini