Beauty

Alami Kelainan Kulit Langka, Wanita Ini Tetap Percaya Diri Pakai Bikini

Kelainan kulit langka membuat kulitnya tampak penuh dengan benjolan.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi perempuan berenang. (Unsplash/Alex Bertha)
Ilustrasi perempuan berenang. (Unsplash/Alex Bertha)

Dewiku.com - Standar kecantikan membikin banyak perempuan merasa kurang percaya diri jika memiliki kekurangan tertentu. Bahkan, tak sedikit yang jadi membenci dirinya sendiri. Namun, hal itu tidak berlaku untuk Rachael Reynolds, perempuan berusia 43 tahun asal Inggris yang memiliki kelainan kulit langka.

Rachael Reynolds mengalami kelainan genetik yang disebut neurofibromatosis tipe 1 (NF1). Kondisi ini membuat seluruh tubuh Rachael ditumbuhi begitu banyak benjolan. Ibu empat anak ini diketahui mewarisi NF1 dari ayahnya yang juga mempunyai banyak benjolan di tubuhnya.

Saat berusia 13 tahun, lesi mulai muncul di perut, lengan, serta kaki Rachael. Kondisinya semakin memburuk saat hamil sehingga membuat Rachael diejek oleh banyak orang. Dia bahkan dikatakan tampak seperti habis digigit buaya.

Wajah jika hal itu membuat Rachael rendah diri. Namun, sekarang Rachael bisa menerima kondisinya dan mendapatkan kepercayaan diri, termasuk untuk mengenakan bikini di depan umum.

Ilustrasi sakit kulit. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit kulit. (Shutterstock)

Titik balik itu hadir saat Rachael mengikuti House of Extraordinary People, sebuah acara televisi yang mengharuskan sembilan orang hidup bersama di sebuah pondok Yorkshire selama 10 hari.

Acara itu berkontribusi besar dalam membantu Rachel merasa lebih nyaman dengan kulitnya sendiri. Sehari-hari selama di acara itu, dia menggunakan bikini untuk masuk ke bak mandi air panas di depan kamera.

''Ketika saya di rumah, saya tidak pernah berpikir saya akan tampil di depan kamera dan syuting,'' kata dia.

Orang-orang dalam acara itu, awalnya juga tidak mengetahui kondisinya karena Rachael memilih merahasiakannya. Mereka pun kaget ketika Rachael pergi ke bak mandi air panas dengan bikini.

Ilustrasi sakit kulit. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit kulit. (Shutterstock)

''Saya tidak bisa terlalu sadar tentang apa yang saya kenakan dan tidak terlalu peduli dengan apa yang orang lain pikirkan dan lebih nyaman dengan kulit saya sendiri,'' ungkap Rachael Reynolds.

Rachael kini lebih mencintai tubuhnya. Dia juga menjalani operasi dan perawatan laser untuk menghilangkan benjolan di tubuhnya. Di sisi lain, dia tahu bahwa neurofibromatosisnya kemungkinan akan memburuk seiring bertambahnya usia dan itu tidak ada obatnya.

Namun, setidaknya dia sudah dapat menerima kondisinya apa adanya dan menolak untuk bersembunyi pada setiap musim liburan.

''Saya berharap bisa keluar dan memakai bikini, terlepas dari apa yang dipikirkan orang, ini liburan saya, bukan liburan mereka,'' ujar wanita yang tak mau lagi menutup diri dari dunia luar meski  dia. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Berita Terkait

Berita Terkini