Beauty

Jangan Diabaikan! Seperti Ini Cara Sinar UV Mengganggu Kesehatan Kulit

Ternyata begini cara sinar UV atau ultraviolet membahayakan kesehatan kulit.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi musim panas. (Pixabay/Jill Wellington)
Ilustrasi musim panas. (Pixabay/Jill Wellington)

Dewiku.com - Perlu diketahui, paparan radiasi ultraviolet dari sinar matahari dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan pada kulit. Kerusakan akibat sinar UV tersebut dinamakan photodamaged

Team Medical Regenesis dr. Farrah Erman menjelaskan, perbedaan spectrum UV pada sinar matahari sendiri dapat menyebabkan kerusakan berbeda di area kulit.

Kerusakan dapar terjadi berdasarkan panjang gelombang ultraviolet yang dibagi menjadi tiga, yakni UVA, UVB, dan UVC. 

"UVA mendominasi 95 persen masuk ke permukaan bumi dan menembus ozon, awan, juga jendela kaca. Berperan dalam menyebabkan photoaging dan resiko kanker kulit. Sedangkan UVB 5 persen dari sinar matahari yang masuk dan umumnya terserap ozon dan awan," jelas dokter Farrah dalam konferensi pers virtual ROE Education, belum lama ini.

Penggunaan sunscreen bermanfaat melindungi kulit dari paparan sinar matahari. (Unsplash/qi bin)
Penggunaan sunscreen bermanfaat melindungi kulit dari paparan sinar matahari. (Unsplash/qi bin)

Kalau terlalu lama menyinari kulit, kedua sinar UV itu dapat menyebabkan kulit terbakar dan gelap. Oleh sebabnya, dbutuhkan perlindungan dari tabir surya atau sunscreen untuk menghalau sinar ultraviolet.

Efek fotoprotektif sunscreen ditentukan oleh nilai SPF (sun protection factor) yang dapat memproteksi terhadap UVB juga PA (protection grade of UVA). Menurut dokter Farrah, semakin besar nilai SPF, sinar UV yang masuk dan terserap di kulit juga akan lebih sedikit. 

"Yang utama adalah menggunakan sunscreen dengan proteksi luas untuk UVA dan UVB, dan nilai SPF yang tinggi. Juga menggunakan sunscreen dalam jumlah yang cukup, jangan terlalu sedikit," terangnya.

Takaran pemakaian sunscreen yang benar sebanyak 1-2 sendok teh untuk area wajah dan leher. Juga 2-3 sendok teh untuk area tubuh. Namun untuk lebih mudah, Farrah menyarankan, menakar sunscreen dengan dua ruas jari tangan untuk setiap penggunaan di wajah dan leher.

Melindungi kulit dengan tabir surya. (Shutterstock)
Melindungi kulit dengan tabir surya. (Shutterstock)

Takaran yang sama juga berlaku untuk setiap pemakaian sunscreen pada bagian tubuh lain, seperti setiap satu lengan, paha, dan betis.

Ia mengingatkan, tabir surya sebaiknya tidak cuma dipakai sekali dalam sehari. Sunscreen harus dioleskan kembali jika aktivitas terlalu banyak berkeringat ataupun terbasuh air. 

"Reaplikasi merupakan keharusan, terutama setelah berenang, berkeringat, atau menggosok area tubuh atau wajah," ungkap dokter Farrah menegaskan. (*Lilis Varwati)

Berita Terkait

Berita Terkini