Fashion

Lebih dari 250 Brand Berjanji Mengurangi Sampah Plastik

Industri fashion menjadi salah satu penyumbang polusi plastik terbesar.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yasinta Rahmawati

Koleksi terbaru busana Victoria Beckham. (Instagram/@victoriabeckham)
Koleksi terbaru busana Victoria Beckham. (Instagram/@victoriabeckham)

Dewiku.com - Seperti yang kita semua tahu, polusi plastik adalah masalah pencemaran lingkungan yang begitu nyata. Bahkan diperkirakan pada tahun 2050, akan ada lebih banyak sampah plastik di laut daripada ikan.

Industri fashion sendiri berkontribusi besar dalam polusi plastik tersebut. Penelitian tahun lalu menyebutkan bahwa pakaian melepaskan setengah juta ton mikrofiber ke laut setiap tahun. Volume itu setara dengan 50 miliar botol plastik.

Dilansir dari MetroNews, dalam upaya menurunkan angka tersebut, lebih dari 250 merek akan ikut mengatasi krisis polusi plastik dengan menandatangani New Plastics Economy Global Commitment.

Label desainer dan pengecer ternama termasuk H&M, Zara, L'Oreal, Burberry, Stella McCartney, dan Unilever telah melekatkan diri pada tujuan bersih.

Burberry. (Instagram/@burberry)
Burberry. (Instagram/@burberry)

 

Diluncurkan oleh Yayasan Ellen MacArthur, New Plastics Economy Global Commitment bertujuan membantu banyak brand mengurangi jumlah sampah plastik yang mereka sumbangkan ke lingkungan.

Bagian dari inisiatif ini adalah menghilangkan kemasan plastik yang bermasalah atau tidak diperlukan dan berpindah dari kemasan sekali pakai ke penggunaan berulang.

Perjanjian ini juga bertujuan memastikan bahwa 100% kemasan plastik dapat dengan mudah dan aman digunakan kembali, didaur ulang, atau dibuat kompos pada 2025 mendatang.

Everlane. (Instagram/@everlane)
Everlane. (Instagram/@everlane)

 

Selain itu, mereka juga berkomitmen mengubah plastik daur ulang menjadi kemasan atau produk baru. Salah satu merek yang sudah merealisasikannya adalah Everlane. Mereka meluncurkan mantel pria dan wanita, sweater bulu, dan parka yang terbuat dari tiga juta botol plastik daur ulang.

''Kita tahu bahwa membersihkan plastik dari pantai dan lautan adalah hal yang vital, tetapi ini tidak menghentikan gelombang plastik memasuki lautan setiap tahun. Kita perlu bergerak ke hulu ke sumber aliran,'' kata Ellen MacArthur, pelaut Inggris yang menginisiasi perjanjian tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkini