Fashion

Modest Fashion Meroket, Seperti Ini Cara Produsen Busana Lokal Bersaing

Jumlah pelaku usaha modest fashion semakin bertambah sehingga persaingan terasa semakin ketat.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Perempuan berhijab. (Unsplash/Agung Raharja)
Perempuan berhijab. (Unsplash/Agung Raharja)

Dewiku.com - Tren modest fashion di Tanah Air cukup dinamis, mengingat Indonesia merupakan negara dengan mayoritas umat muslim terbanyak di dunia. Tingginya minat pembeli juga memicu semakin banyak produsen busana muslim atau modest fashion yang bermunculan.

Kondisi itu dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku industri modest fashion untuk bisa bersaing. Salah satunya diungkapkan oleh Owner Raunapride, Heri Achsani yang sempat menjajal menawarkan koleksi gamis.

Namun, koleksi gamis berbahan kaos mulai meredup. Heri kemudian terus mencari cara agar busana muslimnya bisa terus bersaing. Ia selalu berusaha mengikuti tren yang ada di masyarakat dengan mengeluarkan koleksi terbaru.

"Setiap dua minggu, Raunapride selalu meluncurkan koleksi terbarunya, dengan inspirasi desain tentunya dari trend dan lainnya," kata Heri dalam keterangannya, Selasa, (3/8/2021) lalu.

Pelaku Modest Fashion Menjamur, Begini Cara Produsen Busana Lokal Bersaing. (Dok: Istimewa)
Pelaku Modest Fashion Menjamur, Begini Cara Produsen Busana Lokal Bersaing. (Dok: Istimewa)

Ia mengatakan, pihaknya selalu berusaha menawarkan model yang beragam. Selain itu, ia juga mempertimbangkan bahwa koleksi busana muslim yang dibuatnya dapat dikenakan semua kalangan.

"Untuk itu, kami membuka layanan custom ukuran serta pembuatan seragam dan sarimbit atau keluarga.
Kualitasnya yang baik pun dibuktikan dengan pemilihan bahan yang dipakai," ujarnya.

Ia pun menjelaskan, selalu ada tes terlebih dahulu sebelum produk tersebut dipasarkan. Jadi, pembeli bisa mendapatkan kualitas terbaik.

"Dicoba dulu, apakah nyaman? Tes cuci juga, apakah luntur dan susut?" kata dia.

Selain menjamin seluruh produk yang dipasarkan nyaman digunakan, Rauna juga memberikan harga spesial, yakni mulai dari Rp150 ribu untuk baju koko dan Rp175 ribu untuk gamis. Berkat itu, ia bisa bersaing dengan berbagai produsen busana muslim lainnya. (*Bimo Aria Fundrika)

Berita Terkait

Berita Terkini