Lifestyle

Pertimbangkan Dulu Sebelum Menjajal Diet Berikut Ini

Badan langsing memang jadi idaman, tapi jangan sembrono dalam melakukan diet.

Rendy Adrikni Sadikin | Yasinta Rahmawati

pixabay.com
pixabay.com

Dewiku.com - Sebagian besar wanita mengidam-idamkan badan yang lansing. Karena berlomba-lomba agar mempunyai bentuk tubuh yang indah, salah satu cara yang ditempuh adalah mencoba berbagai jenis diet.

Dimulai dari cara diet yang baik hingga ekstrem, diet sudah menjadi tren.

Seperti mengikuti perkembangan zaman, selalu saja ada metode diet baru yang menjanjikan tubuh langsing dengan instan tanpa susah payah.

 Sebaiknya jangan mudah mengikutinya, karena diet semacam ini biasanya tidak menurunkan berat badan dalam jangka waktu panjang dan kadang bisa menyebabkan tubuh kurang gizi.

Berikut Dewiku.com rangkum diet populer yang tidak direkomendasikan para ahli.

1. Diet Ketogenik

Jenis diet ini begitu populer belakangan ini. Banyak selebriti yang menerapkannya seperti Kim Kardashian, Kobe Bryant dan Alec Baldwin.

Diet ketogenik sendiri adalah diet pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak.

Dalam melakukan diet ketogenik ini, kamu diharuskan mengkonsumsi lemak sebesar 60-70 persen, di mana hal ini melebihi batas lemak normal yang dikonsumsi orang biasanya.

Karbohidrat rendah yang dikonsumsi pun berasal dari sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian non-tepung.

Tubuh yang tidak menghasilkan glukosa dan karbohidrat, akan mengurai lemak untuk menghasilkan energi.

Menurut ahli, hal ini berbahaya karena kita bisa kehilangan serat yang penting bagi usus.

Selain itu, banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh berasal dari biji-bijian tepung.

2. Raw Vegan

Raw Vegan adalah diet makanan mentah dengan cara mengganti makanan yang digoreng atau diproses berulang kali dengan buah dan sayuran.

Diet ini memang bisa menurunkan berat badan, tetapi, diet yang melarang bahan makanan yang di masak sebaiknya tidak dilakukan.

Para penganut diet makanan mentah berkilah kadar gizi dalam sayur dan buah akan berkurang setelah dimasak.

Padahal proses pemasakan sebenarnya masih menyisakan serat, vitamin dan mineral dalam jumlah cukup. Bahkan, beberapa jenis sayur harus dimasak dulu untuk meningkatkan nutrisinya, selain juga membunuh bakteri.

3. Diet Golongan Darah

Diet golongan darah ini diciptakan oleh ahli naturopati Peter D'Adamo.

Menurutnya, makanan yang kita konsumsi memiliki reaksi kimia dengan golongan darah. Misalnya orang yang bergolongan darah A disarankan memilih pola makan vegetarian. Orang dengan golongan darah B sebaiknya menghindari ayam, jagung, tepung, dan kacang-kacangan.

Sedangkan mereka yang punya golongan darah O dianjurkan mengonsumsi daging, sayur, dan buah, serta menghindari tepung dan susu.

Sayangnya, hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung bahwa diet ini efektif menurunkan berat badan. 

Berita Terkait

Berita Terkini