Lifestyle

Waduh, Makanan Manis Bisa Jadi Penyebab Depresi

Siapa yang hobi banget menyantap makanan manis, nih?

Rima Sekarani Imamun Nissa

Suka makanan manis. (Unsplash/Court Prather)
Suka makanan manis. (Unsplash/Court Prather)

Dewiku.com - Mungkin selama ini kamu hanya tahu kalau mengonsumsi terlalu banyak gula atau makanan manis bisa membuatmu mengalami obesitas. Namun, keseringan menyantap makanan manis ternyata bisa menjadi penyebab depresi. Kok, bisa?

Dilansir dari Suara.com, Guru Besar Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), Profesor Ali Khomsan, mengungkapkan gula pada makanan manis dapat menjadi penyebab depresi.

Gula disebut dapat menyerap kandungan vitamin B dalam tubuh. Padahal, vitamin B sendiri berperan dalam menjaga kondisi sistem saraf agar tetap normal. 

''Kalau sering makan makanan manis, jadi gampang uring-uringan, gampang stres karena sarafnya terganggu," ujar Prof. Ali Khomsan, Rabu (3/10/2018).

Menyantap makanan manis. (Unsplash/Vlad Deep)
Menyantap makanan manis. (Unsplash/Vlad Deep)

Prof.Ali menyarankan untuk tetap mengonsumsi gula secara wajar. Jika memungkinkan, malah sebaiknya dikurangi saja karena bisa menurunkan risiko depresi

Berdasarkan rekomendasi WHO, asupan gula maksimal sebanyak 25 gram per hari, sedangkan Kementerian Kesehatan RI menetapkan ambang batas konsumsi gula dengan lebih longgar, yakni 50 gram.

''Menurut saya, kita sendiri harus punya kontrol untuk membatasi makanan manis dengan mengetahui berapa kandungan gula di setiap makanan,'' ucap Prof. Ali kemudian.

Jadi, siapa yang suka banget sama makanan manis? Mulai sekarang, sebaiknya dikurangi, ya. Meskipun penyebab depresi sebenarnya lebih kompleks dari sekedar keseringan menyantap makanan manis, tidak ada salahnya mengantisipasi, kan?

 

Artikel ini sudah dipublikasikan di Suara.com dengan judul Keseringan Makan Manis Bisa Picu Depresi Lho!

Berita Terkait

Berita Terkini