Lifestyle

Aneh, Wanita Ini Tidak Bisa Mendengar Suara Pria

Gangguan aneh dan langka, nih.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi perempuan tidak bisa mendengarkan suara lelaki. (Unsplash/Jessica Flavia)
Ilustrasi perempuan tidak bisa mendengarkan suara lelaki. (Unsplash/Jessica Flavia)

Dewiku.com - Gangguan pendengaran tentu membuat seseorang kesulitan mendengar, atau bahkan tidak bisa mendengar sama sekali. Namun, bagaimana jika hanya tidak bisa mendengar suara pria.

Hal itulah yang dialami perempuan bermarga Chen di Xiamen, Cina. Mengidap kondisi langka membuat dirinya tidak bisa mendengar suara pria. Anehnya, dia tetap bisa mendengar suara yang dihasilkan sesama perempuan.

Awalnya, Chen mendengar dering di telinganya pada suatu malam dan membuatnya muntah. Pagi harinya, dia menemui spesialis THT di Rumah Sakit Qianpu dan didiagnosis mengidap gangguan pendengaran frekuensi rendah.

Kondisi itu membuatnya tidak dapat mendengar suara frekuensi rendah, termasuk suara lelaki pada umumnya.

Lin Xiaoqing, dokter yang merawat Chen, mengatakan pasien dapat mendengar suaranya tetapi tidak dapat mendengar suara pasien lelaki.

''Dia sama sekali tidak bisa mendengar suara pria,'' kata dia, dilansir dari Newsweek.

Ilustrasi perempuan mengalami gangguan pendengaran. (Unsplash/Sylvie Tittel)
Ilustrasi perempuan mengalami gangguan pendengaran. (Unsplash/Sylvie Tittel)

Menurut dr. Xiaoqing, gangguan pendengaran tersebut disebabkan oleh stres. Hal itu mengingat Chen bekerja lembur dan kurang tidur sebelum pendengarannya memburuk. Ia mengatakan Chen bisa pulih dengan istirahat penuh.

Dokter wanita itu lalu menerangkan, sebaliknya pada orang dengan gangguan pendengaran frekuensi tinggi, penderita mungkin saja tidak dapat mendengar suara perempuan atau anak-anak.

''Hanya sekitar 3.000 orang di Amerika utara yang terpengaruh oleh kondisi langka ini,'' ungkap dia.

Pemeriksaan kesehatan telinga. (Shutterstock)
Pemeriksaan kesehatan telinga. (Shutterstock)

Selain kesulitan mendengar suara-suara frekuensi rendah, Chen dan pasien yang mengalami kondisi serupa juga merasa kesulitan untuk mendengarkan suara lewat telepon atau suara lain seperti dengung lemari es dan suara mobil.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, sekitar 466 juta orang di seluruh dunia mengidap cacat pendengaran. Pada 2050 mendatang, angka itu diperkirakan meningkat hingga mencapai lebih dari 900 juta.

Sejumlah faktor yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran, antara lain penyakit keturunan, infeksi, obat-obatan tertentu, penuaan, dan paparan suara keras.

 

Sumber: Suara.com/Firsta Nodia

Berita Terkini