Lifestyle

Begini Caranya Menghadapi Pelecehan Seksual di Dalam Keluarga

Pelaku pelecehan seksual bisa jadi justru merupakan orang terdekat.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi wanita sedang sedih. (Unsplash/Kevin Laminto)
Ilustrasi wanita sedang sedih. (Unsplash/Kevin Laminto)

Dewiku.com - Pelecehan seksual merupakan suatu kasus kejahatan yang masih sering terjadi di Indonesia. Bukan hanya di tempat umum, melainkan juga dapat terjadi di rumah dengan pelaku keluarga sendiri.

Menurut Marina Amirruddin selaku Ketua Subkomisi Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan, lebih dari 60 persen kasus kekerasan seksual terjadi di dalam rumah dengan pelaku, yaitu ayah, paman, atau suami sendiri.

Sayangnya,masih cukup banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui adanya kasus pelecehan seksual dalam lingkup keluarga. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh penulis, sebanyak 22 dari 84 orang masih belum mengetahui tentang adanya pelecehan seksual di dalam keluarga. Terdapat pula lima orang yang masih asing terhadap kasus ini.

Masih berdasarkan hasil survei yang sama, sebanyak 12 responden juga mengaku akan memilih bungkam jika mengalaminya, sedangkan lima lainnya merasa ragu-ragu atau melihat situasi terlebih dahulu.

Data tersebut menunjukkan bahwa memang masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui tentang adanya kasus pelecehan seksual yang terjadi di dalam keluarga. Hal itu kemungkinan mengakibatkan korban ragu untuk bercerita atau mengungkapkan apa yang dia alami

Masalah pelecehan seksual masih dipandang sangat tabu dan sangat buruk oleh masyarakat Indonesia. Selain itu, banyak korban yang diancam oleh pelaku sehingga ketakutan dan memilih untuk menutup mulutnya.

Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga. (Shutterstock)
Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga. (Shutterstock)

 

Korban seharusnya jangan takut untuk melapor kepada pihak yang berwajib karena hal tersebut jelas melanggar hukum dan memiliki landasan landasan hukum. Selain pihak berwajib, masyarakat atau teman-teman korban pun harus lebih peduli dan perhatian agar lebih terbuka dengan menceritakan masalah yang selama ini dipendam sehingga dapat diatasi secara tepat.

Berikut merupakan hal-hal yang bisa dilakukan jika ada seseorang bercerita tentang pelecehan seksual yang dia alami.

  • Mengamankan korban untuk sementara ke suatu tempat yang lebih tenang agar korban tidak terus kepikiran dan tertekan mentalnya
  • Membawanya ke dokter atau psikolog untuk terapi agar mentalnya cepat ditangani oleh orang yang sudah profesional 
  • Melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib agar si pelaku mendapatkan balasan dan hukuman yang setimpal
  • Meminta bantuan kepada suatu individu atau organisasi untuk memberikan bimbingan konseling untuk korban dari pelecehan seksual.
Ungkapan duka cinta untuk sahabat. (Unsplash/Ben White)
Mendengarkan curhat sahabat. (Unsplash/Ben White)

 

Di sisi lain, terdapat pula beberapa hal yang bisa dilakukan jika mengalami kasus pelecehan seksual, antara lain:

  • Jangan takut dan ragu untuk melawan sang pelaku
  • Beri tahu seseorang atas peristiwa yang menimpa Anda. Jangan menyimpannya untuk diri sendiri.
  • Mencari tahu siapa yang bertanggung jawab untuk menangani pelecehan di daerah atau wilayah Anda.
  • Jika Anda mengalami tekanan psikologis yang parah, Anda mungkin dapat berkonsultasi pada psikolog atau terapis yang profesional akan kesehatan mental dan mengerti masalah yang disebabkan oleh pelecehan seksual.

Kasus pelecehan seksual layak mendapat perhatian khusus karena tidak ada satupun orang yang pantas rendahkan. Jangan takut untuk melawan. Jangan takut untuk mengungkapkan dan melaporkan para pelaku agar segera mendapat ganjarannya.

 

Syafira Yumna (Mahasiswa London School of Public Relation)

Artikel ini merupakan kiriman pembaca DewiKu.com. Isi dari artikel ini merupakan tanggung jawab penulis, bukan redaksi DewiKu.com.

Berita Terkait

Berita Terkini