Lifestyle

Kerja Keras Bagai Kuda tapi Tak Bahagia, Mungkin Ini Penyebabnya

Sebenarnya apa sih yang dicari?

Vika Widiastuti | Kintan Sekarwangi

Stres bekerja. (Unsplash/JESHOOTS.COM)
Stres bekerja. (Unsplash/JESHOOTS.COM)

Dewiku.com - Semakin berumur, semakin banyak beban hidup yang harus ditanggung. Salah satunya adalah kita diharuskan untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup. Namun bagaimana jika sudah kerja keras bagai kuda tapi tak bahagia? Mungkin ada beberapa penyebab tak bahagia walau sudah kerja keras.

Biasaya karena keadaan dan tuntutan hidup, kadang kita pun rela menerima dan melakoni pekerjaan apa saja. Namun, pasti akan ada satu titik di mana kamu merasa tak bahagia walaupun sudah mengerahkan segala pikiran dan tenaga untuk kerja keras.

Apalagi yang kini sudah memasuki usia 25-an atau 30-an awal. Di situ mungkin ada perasaan hampa yang kadang muncul dan membuat kita merasa tak pernah mendapat kepuasaan batin.

Secara nggak langsung, fase hidup seperti itu akan membuar diri kita stres lho. Nah, jika sudah seperti ini sebaiknya mencari tahu penyebab tak bahagia walau sudah kerja keras. Coba cari tahu di bawah ini, yuk!

1. Kerja karena terpaksa atau tuntutan keadaan

Kerja sambil berdiri. (Unsplash/Andrew Neel)
Kerja. (Unsplash/Andrew Neel)

Mungkin disebabkan tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan atau bisa jadi karena membanding-bandingkan kesuksesannya dengan teman-teman lainnya yang tampak lebih sukses.

Melakoni pekerjaan karena terpaksa atau tuntutan keadaan membuat kita harus jungkir balik kerja. Hanya akan mendapatkan capek badan dan pikiran, tapi tidak mendapatkan kepuasaan batin.

Memang mencari pekerjaan baru menjadi salah satu solusinya. Hanya saja meninggalkan pekerjaan lama dan mendapatkan pekerjaan baru sesuai passion tidak semudah membalikkan telapak tangan.

2. Tak bisa berkembang

Selalu bekerja monoton setiap hari. Parahnya lagi, tidak ada kesempatan untuk berkembang. Kondisi ini tentunya menimbulkan rasa tidak pernah puas atau bahagia dalam bekerja.

Jika ingin bisa lebih bahagia, mungkin harus mencari kesempatan untuk membuat pencapaian atau prestasi yang bisa menampung kebutuhan untuk berkembang.

3. Tak mendapatkan apresiasi

Ilustrasi pekerja perempuan. (Unsplash/Andrew Neel)
Ilustrasi pekerja perempuan. (Unsplash/Andrew Neel)

Persaingan di dalam dunia kerja semakin berat dari waktu ke waktu. Belum ditambah dengan rekan kerja yang bermain curang atau menghalalkan segala cara untuk cari muka.

Namun apabila selama ini hasil kerja keras tidak pernah mendapatkan apresiasi yang layak, pasti ada rasa kecewa yang luar biasa. Jadi perasaan tersebut yang kadang membuat diri ini jadi tak bisa bahagia.

4. Keras kepala

Nah, salah satu penyebab yang membuat tak bahagia walaupun sudah kerja keras adalah watak keras kepala. Bukan keras kepala terhadap orang lain, melainkan ke diri sendiri. Kita sering terbebani dengan kekurangan, kesalahan, dan hambatan kita daripada fokus dengan kesuksesan yang ingin dicapai.

Padahal jika terlalu keras terhadap diri sendiri bisa menguras pikiran dan tubuh kita. Dampaknya bisa menghambat produktivitas kita dan menganggu kondisi kesehatan karena dapat memicu mekanisme inflamasi yang mengarah pada penyakit kronis dan penuaan dini. Duh, serem banget kan!

Berita Terkait

Berita Terkini