Relationship

Kabar Gembira, Hasil Riset Buktikan LDR Nggak Selamanya Buruk

Pasangan yang berdekatan belum tentu lebih bahagia dibandingkan pejuang LDR.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rima Suliastini

Ilustrasi pasangan LDR. (Pixabay)
Ilustrasi pasangan LDR. (Pixabay)

Dewiku.com - Buat pejuang LDR, kalian pasti udah paham banget gimana jatuh bangunnya mempertahankan sebuah hubungan. Semuanya bisa jadi masalah, mulai dari menahan rasa kangen, curiga berlebihan, hingga pertengkaran karena masalah sepele, seperti nggak ngangkat panggilan telepon.

Eitss, jangan down dulu, ya. Ternyata LDR nggak selamanya buruk, lho.

Menurut sebuah riset yang dilakukan oleh Cornell University dan City University of Hong Kong, jarak ternyata dapat menimbulkan keintiman. Pasangan yang menjalani LDR jadi lebih akrab satu sama lain jika dibandingkan dengan pasangan yang dekat secara geografis.

Ilustrasi pasangan sedang bersedih. (Unsplash/Niki Sanders)
Ilustrasi pasangan LDR. (Unsplash/Niki Sanders)

Jadi, walaupun terkesan menyiksa, riset ini membuktikan jika LDR nggak selamanya buruk. Pacaran berdekatan nggak menjamin pasangan lebih bahagia.

Pasangan LDR biasanya memiliki ikatan emosi yang lebih berkualitas karena mereka sangat terbuka satu sama lain. Selain itu, konflik yang terjadi secara jarak jauh juga lebih berkurang dan tidak sebanyak dengan konflik pasangan yang berada di daerah yang sama dan menghabiskan waktu bersama.

Selain itu, pasangan yang menjalani LDR cenderung berpikiran positif dan percaya bahwa suatu hari nanti keduanya akan kembali bersatu.

Ilustrasi mengecek handphone pasangan. (Unsplash/Priscilla Du Preez)
Ilustrasi LDR. (Unsplash/Priscilla Du Preez)

Uniknya, pada tahun 2012, University of Denver melakukan riset dan menemukan fakta bahwa pasangan yang awet saat LDR justru memiliki kemungkinan putus saat mereka bertemu kembali.

Nah lho... Kalau kamu gimana? Pernah menjalani hubungan LDR juga? Kalau iya, kalian sependapat dengan riset yang mana?

Berita Terkait

Berita Terkini