Relationship

Aneh tapi Nyata, Wanita Ini Melahirkan Anak Kembar dari Dua Ayah Berbeda

Anak kembar tapi punya ayah berbeda, kok bisa?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yasinta Rahmawati

Bayi. (Unsplash/Rawpixel)
Bayi. (Unsplash/Rawpixel)

Dewiku.com - Seorang wanita di China dilaporkan telah melahirkan bayi kembar dari ayah berbeda. Hasil tes DNA memperlihatkan bahwa ibu baru itu telah menyelingkuhi suaminya.

Dilansir dari Metro, sang suami mulanya merasa aneh setelah salah satu bayi itu tidak terlihat seperti dia. Kisah itu terungkap saat pasangan yang berasal dari kota Xiamen, China Tenggara, harus mendaftarkan kelahiran putra kembar mereka di kantor polisi setempat, awal tahun lalu.

Demi menyelesaikan pendaftaran, mereka harus membuat hasil tes paternitas untuk membuktikan bahwa bayi itu milik mereka. Sang suami, yang hanya dikenal dengan nama samaran, Xiaolong, bertanya-tanya mengapa salah seorang putranya tidak terlihat seperti dia.

Ilustrasi anak kembar. (Unsplash/Gabriel Crismariu)
Ilustrasi anak kembar. (Unsplash/Gabriel Crismariu)

Setelah menerima hasil tes DNA, dia masih terkejut saat mengetahui bahwa salah satu bocah lelaki itu tidak memiliki hubungan biologis dengannya. Setidaknya itulah yang diungkapkan seorang direktur di Pusat Identifikasi Forensik Fujian Zhengtai.

Pusat Identifikasi Forensik kemudian mengatur tes paternitas untuk pasangan. Menurut sang direktur, Zhang, Xiaolong sangat marah setelah membaca laporan DNA dan berhadapan dengan istrinya.

Ilustrasi bayi kembar. (Unsplash/Jelleke Vanooteghem)
Ilustrasi bayi kembar. (Unsplash/Jelleke Vanooteghem)

Dilaporkan bahwa sang istri pada awalnya membantah perselingkuhannya, dan menuduh suaminya memalsukan hasilnya. Setelah didesak oleh Xiaolong, sang istri mengakui bahwa dia telah tidur dengan lelaki lain dan itu adalah one night stand.

Fyi, bayi kembar yang dilahirkan dengan ayah berbeda adalah kejadian yang sangat langka ini dikenal sebagai superfekundasi heteropaternal. Menurut para ahli, peluang pasti dari fenomena itu sulit untuk dihitung. Namun, studi sebelumnya menunjukkan kemungkinannya bisa antara satu dari 400 pasangan dan satu dari 13.000 pasangan.

Berita Terkait

Berita Terkini