Relationship

Totalitas Menghukum Pelakor, Pakai Karangan Bunga saat Wisuda S2

Pelakor dibuat malu.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yasinta Rahmawati

Ilustrasi pasangan selingkuh. (DewiKu.com/Ema Rohimah)
Ilustrasi pasangan selingkuh. (DewiKu.com/Ema Rohimah)

Dewiku.com - Istilah pelakor atau perebut laki orang kerap berseliweran di media sosial. Berbagai kisah tentang korban yang menghukum pelakor pun seolah selalu menarik untuk disimak.

Baru-baru ini, akun Twitter @trashurex mengunggah foto tentang seseorang yang punya cara epik untuk memberi pelajaran bagi si pelakor.

Dari dua foto yang diunggah akun itu, terlihat seseorang mempermalukan pelakor lewat media karangan bunga ketika wisuda.

"Happy Graduation for Pelakor, dari Istri yang Kau Goda Suaminya. Semoga dengan gelar barunya bisa untuk mencari nafkah yang halal," demikian bunyi tulisan dalam karangan bunga, lengkap dengan foto seorang wanita di pojoknya.

Dari foto pertama, diketahui bahwa wanita tertuduh pelakor tersebut baru merampungkan studi S2 dan mendapat gelar Magister, yaitu MBA (Master of Business Administration).

Labrak pelakor pakai karangan bunga. (Twitter/@trashurex)
Labrak pelakor pakai karangan bunga. (Twitter/@trashurex)

Sementara itu pada foto kedua, diyakini masih ditujukan pada orang yang sama. Tidak menyebutkan kembali namanya, karangan bunga tersebut berisi hujatan lebih sadis.

"SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, S1 5 tahun, S2 2 tahun, cuma jadi pelakor. 19 tahun sekolah ngapain aja?!? Semoga dengan gelar barunya tidak ada lagi suami-suami yang kau goda, dan bisa mencari rezeki yang halal!" begitu tulisan di karangan bunga kedua.

Labrak pelakor pakai karangan bunga. (Twitter/@trashurex)
Labrak pelakor pakai karangan bunga. (Twitter/@trashurex)

Sejak diunggah pada Jumat (18/10/2019) pekan kemarin, postingan ini menjadi viral di Twitter dengan menarik lebih dari 17 ribu retweets dan 15 ribu likes. Warganet pun memberi reaksi yang beragam.

Banyak yang mendukung perbuatan itu. Namun, banyak pula yang menganggap perspektif hanya menghukum pelakor jangan terus dilanggengkan.

"Tamu nggak bakal masuk kalau nggak dibukain pintu dan pelakor nggak bakal masuk kalau si lakinya nggak bukain hati buat si dia. Duh, gemes," komentar salah satu warganet.

Bagaimana menurutmu, nih?

Berita Terkait

Berita Terkini