Relationship

10 Penyesalan Terbesar saat Menikah Muda, Bisa Makin Jauh dari Pasangan

Jika tidak dipikirkan matang-matang, ini 10 penyesalan yang bisa dialami mereka yang nikah muda.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati

Ilustrasi menikah muda. (Pixabay)
Ilustrasi menikah muda. (Pixabay)

Dewiku.com - Momen pernikahan merupakan sesuatu yang spesial bagi setiap orang. Bicara soal menikah, mayoritas tentu ingin agar bisa menikah sekali seumur hidup saja.

Di sisi lain, jumlah orang yang berminat nikah muda juga tak sedikit. Walau tidak ada salahnya menikah muda, keputusan ini harus dipertimbangkan baik-baik agar tak menyesal nanti.

Melansir laman Best Life, salah satu hal yang perlu dipikirkan adalah fakta bahwa pasangan akan berubah. Mulai dari kebiasaan hingga prioritas, banyak perubahan yang berujung pada penyesalan menikah muda.

Dirangkum Suara.com, inilah beberapa penyesalan terbesar yang kerap dialami orang-orang karena nikah muda. Apa saja?

Ilustrasi pasangan berhubungan seks atau bercinta. (Shutterstock)
Ilustrasi pasangan berhubungan seks atau bercinta. (Shutterstock)

1. Menikah berdasarkan ketertarikan fisik saja

Ketika masih muda, pernikahan bisa saja didasari pada ketertarikan fisik dan seksual. Padahal, kalian akan berbagi hidup dan bukan hanya masalah ranjang.

"Orang muda seringnya menaruh terlalu banyak rasa percaya pada seks, dan hal itu mungkin disesali nanti," kata psikolog Andrea Herber.

Tentu saja, hubungan intim juga penting. Namun, hubungan seksual hanyalah satu dari sekian faktor yang mempengaruhi keharmonisan rumah tangga.

2. Menikah karena tidak ingin mengecewakan pasangan

Dorongan untuk menikah muda terkadang muncul karena rasa takut terhadap konflik atau tuntutan pasangan.

Karena tak ingin mengecewakan, seseorang akan setuju untuk menikah. Namun, keputusan yang didasari tekanan ini dapat berujung pada penyesalan.

3. Menikah demi mengalami perubahan dalam hidup

Alasan lainnya, menikah dijadikan cara untuk kabur atau mengalami perubahan pada rutinitas sehari-hari.

Bisa jadi, kamu menikah cuma untuk menghindari orangtua, kuliah, dan lain sebagainya. Namun, menikah dengan alasan ini bisa berujung bencana.

Bukan hanya berisiko salah pilih pasangan, bisa jadi si dia tidak bakal mendukungmu di masa depan.

Ilustrasi pasangan bertengkar. (Shutterstock)
Ilustrasi pasangan bertengkar. (Shutterstock)

4. Hubungan pernikahan tidak cukup memuaskan kebutuhan

Ketika masih muda, kamu belum memiliki pengetahuan soal apa yang sebenarnya kamu inginkan. Jika kamu saja bingung, bagaimana dengan pasangan?

Karena kebutuhan yang tidak jelas ini, kamu pun tak dapat meminta pasangan untuk memenuhinya. Akibatnya, rasa puas dalam pernikahan tidak akan hadir.

5. Hidup terasa lebih cepat

Menikah bukan sekadar bertukar cincin dengan pasangan. Seiring pernikahan, ada lebih banyak tanggung jawab yang masuk ke dalam hidupmu.

Banyak pasangan muda yang kemudian merasa menyesal karena terlanjur terjun ke fase kehidupan pernikahan. Padahal, menikah tidak bisa dibatalkan begitu saja.

6. Kehilangan kebebasan untuk bersikap spontan

Dalam proses menuju dewasa, seseorang bakal cenderung fokus pada diri sendiri, karir, teman, dan kehidupan sosial.

Namun, kamu tidak akan bisa seenaknya keluar dengan teman atau melakukan hal yang disukai begitu saja. Alih-alih, kamu mesti minta izin pasangan.

Hal ini juga bisa berujung pada penyesalan di kemudian hari. Terlebih, ada kemungkinan kamu hilang kontak dengan teman-temanmu yang masih lajang.

Ilustrasi perempuan mengenakan baju putih. (Pixabay/Qiuyang)
Ilustrasi jauh dari pasangan. (Pixabay/Qiuyang)

7. Makin jauh dari pasangan

Menikah mestinya membuatmu makin dekat dengan pasangan. Namun seiring bertambahnya umur, kalian malah makin menjauh.

Hal ini terjadi ketika seseorang belum cukup dewasa atau berpengalaman saat menikah dulu. Apa yang terlihat cocok saat muda bisa jadi berubah drastis saat kalian sama-sama bertambah tua.

Selain itu, kamu mungkin juga menikah secara impulsif. Padahal, kamu belum mengenal pasangan sepenuhnya.

8. Mudah iri kepada teman yang masih single

Bukan hanya kehilangan teman, kamu juga akan gampang merasa iri dengan mereka yang single. Saat single, seseorang hanya perlu bertanggung jawab dan merawat diri sendiri.

Mungkin, kamu benci hidupmu sebelum menikah. Namun, masalahmu juga tidak akan selesai cuma karena sudah menikah.

Sebaliknya, kamu justru akan dilanda rasa iri saat melihat teman-teman yang lain.

5 Tips Relaksasi untuk Mengatasi Rasa Lelah Setelah Bekerja. (Shutterstock)
Ilustrasi karir tidak fleksibel setelah menikah. (Shutterstock)

9. Kehilangan kesempatan untuk mengambil risiko dalam karir

Urusan keuangan menjadi salah satu hal penting ketika menikah. Oleh karenanya, kamu dan pasangan harus memiliki pekerjaan serta penghasilan stabil.

Demi mempertahankan kestabilan ini, kariermu pun tak lagi fleksibel. Sulit untuk mengambil risiko atau mencoba pekerjaan baru, terlebih jika keuangan rumah tangga dipertaruhkan.

10. Terlalu bergantung pada pasangan untuk bahagia

Ketika masih muda, seseorang cenderung berpikir bahwa menikah dapat menjadi solusi. Dengan menikah, hidup akan terasa makin berwarna.

"Mereka mencari orang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka, dan membuat dunia mereka baik-baik saja," kata Dr. Andrea Herber menjelaskan.

Pernikahan memang hal yang membahagiakan, tapi tidak ada hubungan sempurna. Bukannya menyayangi diri sendiri, kebahagiaanmu malah jadi bergantung pada pasangan.

Berita Terkait

Berita Terkini