Relationship

Sudahi Galaumu, Ini 3 Tips Move On setelah Pasangan Selingkuh

Salah satu hal yang perlu dilakukan agar bisa move on adalah mengelola gejolak emosi.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi perempuan patah hati. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan patah hati. (Shutterstock)

Dewiku.com - Tak ada orang yang mau jadi korban selingkuh. Namun, bagaimana jika pasanganmu tiba-tiba memiliki sosok idaman lain dan berselingkuh di belakangmu? Pasti bikin sakit hati banget, kan?

Kamu telah dikhianati dan itu membuatmu tidak tahu cara bagaimana harus bersikap. Apa pun masalahnya, semua skenario ini bisa membangkitkan emosi yang ada dalam dirimu.

Selain itu, banyak orang memilih menghindar dari perasaan sedih, marah atau malu. Perasaan negatif itu kemudian membuat kita merasa tidak nyaman untuk mengungkapkan kerentanan kepada orang lain.

Kamu butuh latihan move on setelah patah hati karena pasangan selingkuh. Dilansir dari Pinkvilla, berikut beberapa tipsnya.

Ilustrasi patah hati. (Unsplash/Kelly Sikkema)
Ilustrasi patah hati. (Unsplash/Kelly Sikkema)

Tertawa merupakan obat terbaik

Kapan terakhir kali kamu tertawa hingga mengeluarkan air mata? Banyak orang bilang, tawa adalah obat terbaik dan itu benar! Tertawa memiliki kekuatan penyembuhan, kemampuan untuk membuatmu dan orang-orang di sekitarmu bahagia.

Persepsi tentang dunia menjadi lebih cerah ketika kita menemukan sesuatu untuk ditertawakan. Bahkan, tidak apa-apa untuk menertawakan diri sendiri! Pada saat-saat paling sulit, mendengar seseorang tertawa juga bisa memberikan dampak positif. 

Kendalikan emosimu

Jangan biarkan emosi menguasai dirimu. Kamu tidak ingin pasanganmu melihatmu menangis karena takut dihakimi sebagai sosok yang mudah merasa sedih, cemas, atau penuh dengan kepiluan.

Ilustrasi bahagia. (Unsplash/Gian Cescon)
Ilustrasi bahagia lagi setelah patah hati. (Unsplash/Gian Cescon)

Jika kamu mengalami semua jenis emosi negatif, biarkan dirimu mengungkapkan apa yang kamu rasakan dan mengapa kamu merasakannya. Namun, tetap kendalikan emosimu agar orang lain tidak membentuk opini negatif tentangmu.

Perlakukan orang lain seperti kamu memperlakukan dirimu sendiri

Menerima emosi yang bergejolak membawamu ke pusat kedamaian dan ketenangan diri. Selain itu, jadilah baik untuk diri sendiri dan berbagi kebaikan kepada orang lain dan itu akan membuatmu merasa lebih baik. (*Dian Kusumo Hapsari)

Berita Terkait

Berita Terkini