Beauty

Perbedaan Rambut Lepek dan Lembap, Tampak Serupa tapi Tak Sama

Sering dianggap sama saja, rupanya ini perbedaan rambut lepek dan lembap.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi wanita berambut panjang. (Pixabay/Free-Photos)
Ilustrasi wanita berambut panjang. (Pixabay/Free-Photos)

Dewiku.com - Masih banyak orang yang menganggap sepele masalahan rambut lembap. Sebagian orang juga sering mengiranya sama dengan rambut lepek, padahal keduanya adalah kondisi berbeda.

Belum lama ini, saat konferensi pers People With Us, Dokter Reinita Arlin mengungkapkan bahwa rambut sehat ditandai dengan kulit kepala dan rambut yang moist atau lembap.

"Kalau moist malah bagus, kulit rambut memang kita kejar adalah supaya kelembapannya normal," ucap dr. Reinita.

Sementara, rambut lepek adalah rambut yang kelembapannya berlebihan. Bisanya hal ini cenderung karena kelenjar minyak yang diproduksi juga berlebihan.

Ilustrasi Rambut Panjang (Pexels/Element5)
Ilustrasi Rambut Panjang (Pexels/Element5)

"Mungkin kita bisa makan makanan yang mengandung banyak minyak, yang minyaknya jenuh pula, itupun juga sangat berpengaruh," ujar dr. Reinita.

Idealnya, kadar minyak kepala tidak berlebihan dengan kebersihan yang terjaga. Disarankan juga agar menggunakan produk pelembap yang sesuai.

"Karena yang namanya kelenjar minyak, kita adanya di kulit kepala, jadi nggak apa-apa, nggak perlu dikasih pelembap lagi kalau di kulit kepala kita," terangnya.

Mengeringkan rambut dengan handuk. (Shutterstock)
Mengeringkan rambut dengan handuk. (Shutterstock)

Perawatan kelembapan rambut ini juga berlaku untuk pemilik rambut panjang. Hal itu karena nutrisi tidak mudah sampai ke ujung rambut sehingga memerlukan perawatan ekstra.

Perawatan ekstra dapat berupa penggunaan sampo khusus, serum rambut, hingga hair tonic. Pengeringan rambut setelah mencuci rambut pun memegang peranan penting.

"Setelah keramas penting apalagi untuk rambut panjang, mungkin ditambahin serumnya atau oilnya itu akan sangat membantu untuk merawat rambut kita yang panjang," tandas dr. Reinita. (*Dini Afrianti Efendi)

Berita Terkait

Berita Terkini