Lifestyle

Pertama di inggris, Pria Transgender Melahirkan

Namun ia mengaku trauma setelahnya.

Yoeni Syafitri Sekar Ayoe | Yasinta Rahmawati

Hayden Cross. (YouTube/Lorraine)
Hayden Cross. (YouTube/Lorraine)

Dewiku.com - Menjadi transgender bukanlah pilihan hidup yang mudah. Baru-baru ini pria transgender asal Inggris telah mengungkapkan keputusannya untuk tetap melahirkan dan rasa trauma setelahnya.

Dilansir dari Daily Mail, Hayden Cross (21) dari Gloucester, Inggris yang terlahir sebagai wanita memutuskan berhenti transisi menjadi pria untuk memulai keluarga sendiri pada tahun 2016.

Tampil di Lorraine ITV belakangan ini, Hayden membuka tentang kenyataan pahit hamil sebagai seorang transgender. Ia mengatakan bahwa melahirkan melibatkan 'banyak emosi dan perasaan' serta tidak enak badan.

Dia menjelaskan kepada presenter Lorraine Kelly, "Saya menginginkan anak kandung sehingga saya dapat memulai keluarga saya sendiri," ujar Hayden.

Hayden Cross. (YouTube/Lorraine)
Hayden Cross. (YouTube/Lorraine)

 

"Aku tidak tahu apakah aku menginginkan hubungan jangka panjang di masa depan. Saya tidak ingin menunggu. Saya ingin tahu bahwa saya masih bisa memiliki keluarga tanpa harus bergantung pada orang lain," tambahnya.

Di tahun 2016 itu awalnya ia cukup putus asa untuk memiliki bayi di beberapa titik dalam hidupnya. Ia pun memutuskan membekukan sel telurnya sebelum ia menyelesaikan masa transisi.

Namun, ia cukup hancur ketika para dokter kala itu menolak untuk memberinya perawatan senilai GBP 4.000 atau Rp 72 jutaan. Dia pun memutuskan untuk mencari donor sperma online dan menyuntik dirinya sendiri dengan jarum suntik.

Hayden Cross mengakui bahwa kehamilan sebagai pria transgender tidak mudah dan minim dukungan. "Akhirnya saya mendapat dukungan. Awalnya itu sedikit hal baru sehingga tidak ada yang benar-benar mengerti tapi sekarang ada banyak dukungan di luar sana."

Hayden Cross. (YouTube/Lorraine)
Hayden Cross. (YouTube/Lorraine)

 

Akhirnya Hayden melahirkan di bulan Juni 2017 lewat operasi caesar. Dia melahirkan bayi perempuan sehat yang dinamai Trinity-Leigh.

Ketika ditanya oleh Lorraine apakah dia siap untuk kehidupan berkeluarga di usia 20 tahun, Hayden berkata, "Saya kira saya belum siap pada saat itu - tidak 100 persen. Tapi sekarang semuanya sudah berjalan sesuai rencana, kami baik-baik saja,"

Sebelas bulan setelah melahirkan, Hayden pun melanjutkan transisi penuhnya. Ia menjalani operasi untuk mengangkat payudaranya dan akan menjalani operasi lebih lanjut ketika sudah siap.

Hayden pun mengungkapkan bahwa mengandung anak selama sembilan bulan sebagai pria transgender adalah 'pertempuran besar' dan dia tidak akan menyarankan siapa pun untuk melewatinya.

"Saya tidak akan berbohong, itu benar-benar aneh. Ada banyak emosi dan perasaan. Saya tidak akan menyarankan siapa pun untuk melakukannya - itu sangat sulit," tambahnya.

Berita Terkait

Berita Terkini