Seberapa Sering Harus Ganti Pembalut saat Haid? Ini Kata Dokter

Apakah pembalut harus selalu diganti setiap beberapa jam sekali?

By: Rima Sekarani Imamun Nissa icon Kamis, 30 Mei 2024 icon 10:00 WIB
Seberapa Sering Harus Ganti Pembalut saat Haid? Ini Kata Dokter

Ilustrasi pembalut perempuan (Freepik)

Salah satu penyebab iritasi di area kewanitaan adalah kebiasaan dalam menggunakan pembalut. Hal ini membuat banyak perempuan bertanya-tanya, seberapa sering harus ganti pembalut saat haid?

Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, M.Kes, FICS mengungkapkan bahwa tak ada rentang waktu khusus untuk penggantian pembalut. Hal tersebut pada dasarnya tergantung volume darah saat menstruasi.

Biasanya, seseorang lebih sering ganti pembalut pada awal masa haid karena volume darah menstruasi yang tinggi. Namun, pada hari ketiga hingga keempat, volumenya mulai berkurang. Jadi, ganti pembalut tidak lagi sesering ketika awal haid.

Baca Juga: Perempuan Haid Tetap Bisa Lakukan 3 Amalan Ini saat Ramadan, Apa Saja?

Ilustrasi pembalut perempuan (Freepik)
Ilustrasi pembalut perempuan (Freepik)

"Pembalut diganti itu sesuai dengan volume darah haid. Haid di awal-awal sama di hari ketiga, keempat pasti berbeda," kata dr. Ardiansjah, dikutip dari Suara.com.

Soal kapan harus ganti pembalut, lanjut sang dokter, jika sudah merasa penuh, perempuan dapat segera melakukannya. Jika tidak segera ganti, darah saat haid bisa mengubah pH vagina sehingga rawan memicu berbagai masalah.

"Intinya, saya selalu menekankan, kita nggak bisa tahu berapa-berapa banyak diganti karena tergantung dari volume darah mens. Kalau sudah penuh di awal-awal mens, ganti karena pembalut yang terlalu banyak darah mensnya itu dapat mengubah pH vagina. Itu bisa sebabkan iritasi, gatal, digaruk dan infeksi," papar dr. Ardiansjah.

Baca Juga: Minuman Sehat, Resep 3 Ramuan Alami untuk Meredakan Nyeri Haid

"Jadi seberapa sering harus diganti, tergantung. Kalau sudah mulai penuh, diganti. Memang agak boros di hari pertama-kedua mens, tapi lebih baik daripada dia harus ke dokter," imbuhnya.

Pertanyaan lainnya, apakah harus ganti pembalut setelah buang air? Menurut dr. Ardiansjah, pada dasarnya jika memang belum terasa penuh, pembalut bisa dipakai kembali. Namun, biasanya ada rasa risih sehingga ingin segera menggantinya. Akhirnya, hal ini tergantung kenyamanan si perempuan.

Baca Juga: Ketahui 2 Cara Menghitung Masa Subur Wanita, Bisa Dimanfaatkan untuk Cegah Kehamilan

"Logikanya, pembalut sudah berkemih dia pakai lagi. Agak-agak risih, ganti yang baru. Yang penting ganti ketika sudah penuh," tandasnya.

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI