Relationship

Waspadai 6 Ciri Mertua Toksik, Menantu Dianggap Selalu Salah

Ketahui ciri-ciri mertua toksik yang perlu diwaspadai.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi bertemu keluarga pasangan atau calon mertua. (Shutterstock)
Ilustrasi bertemu keluarga pasangan atau calon mertua. (Shutterstock)

Dewiku.com - Memiliki pasangan yang baik memang menyenangkan. Hanya saja, kebahagiaan akan semakin lengkap jika mempunyai mertua yang baik pula.

Mayoritas orang Indonesia mungkin setuju bahwa punya mertua pengertian merupakan salah satu anugerah yang patut disyukuri.

Ya, tidak semua orang berkesempatan mendapat mertua pengertian bak ibu dan ayah peri yang baik hati. Bahkan, ada yang terpaksa harus hidup dengan kenyataan bahwa dirinya dibenci mertua.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan kerenggangan hubungan antara menantu mertua. Salah satu adalah mertua toksik atau mertua beracun! Dilansir dari Times of India, berikut ciri-ciri mertua toksik yang perlu kamu ketahui!

Ilustrasi mertua bertengkar dengan menantu [shutterstock]
Ilustrasi mertua bertengkar dengan menantu [shutterstock]

Tak punya batas

Maksudnya, terkadang mertua terlalu ikut campur dengan hubungan rumah tangga anak dan menantunya. Jenis mertua yang satu ini tidak memiliki batas sehingga bakal mengganggu hubungan pernikahan sang anak.

Mengontrol

Mertua yang mengontrol hubungan pernikahan anak dengan menantunya, cenderung menganggap si anak tidak mampu menangani masalah rumah tangga, mulai dari keuangan hingga persoalan anak.

Melakukan konsultasi dengan mertua tidaklah masalah, tapi kalau peran mertua lebih unggul dalam mengontrol rumah tangga, ini bakal menjadi racun di kehidupan jangka panjang.

Mertua yang Gaslighting

Kamu perlu hati-hati dengan tipe mertua toksik satu ini ketika mengalami masalah. Mereka ingin melihatmu selalu salah dan tidak percaya diri. Mereka juga menolak setiap pendapat yang kamu utarakan di depan mereka. Dampaknya, ini dapat menghancurkan mentalmu secara perlahan.

Ilustrasi Menantu dan Mertua (Pexels/Elly)
Ilustrasi Menantu dan Mertua (Pexels/Elly)

Mertua yang manipulatif

Mereka tidak memerhatikan bagaimana keterkaitan antara hubungan pernikahan dan mentalmu. Mereka lebih menganggapmu sebagai alat, baik itu mendapat pujian dari cucu hingga teman sebayanya.

Mereka juga tak peduli dengan pikiran, perasaan, dan pilihan hidupmu. Hal yang penting, mereka ingin terus menjadikanmu sebagai alat untuk dimanfaatkan.

Mertua yang narsistik

Mertua yang punya sifat narsis akan menggambarkan diri mereka sebagai orang paling berpengalaman dalam menjalankan pernikahan. Mereka ingin dijadikan contoh bagi menantunya sehingga kamu sebagai pasangan anaknya dianggap tidak begitu baik seperti mereka.

Mertua yang sering mengkritik

Pada dasarnya, kritik bermanfaat untuk membangun seseorang terus maju. Namun, lain halnya dengan terlalu sering mengkritik dan doyan menjatuhkan. Mertua toksik  akan terus berkomentar mengenai caramu berpakaian, kariermu, hingga pola asuh anak. (*Aflaha Rizal Bahtiar)

Berita Terkait

Berita Terkini