Relationship

Alasan Pasangan Bertahan dalam Hubungan Toksik, Benarkah Terlanjur Cinta?

Pakar mengungkap alasan banyak pasangan yang bertahan dalam hubungan toksik.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi pasangan kekasih. (Pixabay/Pana Kutlumpasis)
Ilustrasi pasangan kekasih. (Pixabay/Pana Kutlumpasis)

Dewiku.com - Banyak pasangan kerap terus bertahan dalam sebuah hubungan asmara. Hubungan yang dijalani bisa jadi malah saling menyakiti dan merugikan satu sama lain, tapi tetap saja enggan mengakhiri.

Beberapa menyebut kondisi itu sebagai hubungan beracun atau toxic relationship. Hanya saja, mereka yang di dalamnya kadang tidak sadar bahwa berada dalam hubungan toksik.

Kenapa orang bertahan dalam hubungan yang beracun atau hubungan tidak sehat?

Menjawab pertanyaan tersebut, Suara.com---jaringan Dewiku.com telah mewawancarai Counselor Touche Development Center sekaligus Kandidat Psikologi Klinis Farra Anisa Rahmania, Minggu (10/10/2021) lalu.

Ilustrasi pasangan bertengkar. (pexels.com/Polina Zimmerman)
Ilustrasi pasangan bertengkar. (pexels.com/Polina Zimmerman)

:Kadang ada orang yang udah sadar, tapi tetap berusaha bertahan bahwa semuanya bisa berubah, semuanya bisa dipertahankan," ujar dia.

Saat memilih bertahan dalam hubungan toksik, menurut Farra seseorang akan bertindak defensif dan keras kepala jika mendapatkan saran yang baik dari orang lain. Salah satunya tentang hubungan yang sudah rusak dan sulit untuk diperbaiki.

Selain itu, Farra melanjutkan ada alasan di balik pilihan seseorang untuk bertahan dalam hubungan toksik. Salah satunya, karena telah menjalani hubungan yang cukup lama, bahkan sudah saling kenal keluarga besar.

"Jadi kayak merasa sudah saling memahami. Padahal kalau saling manipulatif dan abusive, jadi letak memahaminya di mana? Karena sama-sama nggak tahu, dan nggak bisa membangun komunikasi yang sehat," ucap dia.

Ilustrasi pasangan dituduh selingkuh (Pexels/Keira Burton)
Ilustrasi pasangan dituduh selingkuh (Pexels/Keira Burton)

"Dan orang yang memilih bertahan di hubungan toxic itu karena sudah lama hubungannya. Jadi berharap aku bisa merubah dia, dan aku bisa bantu untuk merubah dia," imbuh Farra.

Meski manusia bisa berubah, Farra mengatakan jika salah satu pasangan tidak ada yang mau berubah dari dirinya sendiri, hubungan tak bakal kembali sehat. Pada akhirnya, konflik akan selalu terjadi terus-menerus.

"Kalau keinginan berubah hanya datang dari satu pasangan, dan satu pasangan tidak memiliki kesadaran akan sifat beracunnya, itu nggak bakalan berubah. Kalau lagi konflik misalnya, jadi masalahnya cuma muter-muter di situ aja," terang Farra. (*Aflaha Rizal Bahtiar)

Berita Terkait

Berita Terkini