Trending

Kronologi Lengkap Tragedi Affan Kurniawan di Tengah Demo DPR Hingga Janji Jusuf Hamka untuk Keluarganya

Kisah tragis Affan Kurniawan, driver ojol tulang punggung keluarga yang tewas dilindas rantis Brimob saat demo DPR. Simak kronologi lengkapnya.

Vania Rossa | Ayu Ratna

Affan Kurniawan (suara.com)
Affan Kurniawan (suara.com)

Dewiku.com - Suasana duka masih menyelimuti keluarga Affan Kurniawan, seorang driver ojek online yang tewas secara tragis pada malam ricuh di sekitar Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, 28 Agustus 2025 lalu.

Affan meninggal usai tertabrak dan dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob jenis Barakuda ketika mencoba menghindari kerusuhan. Peristiwa ini langsung jadi sorotan publik dan memicu gelombang protes di berbagai daerah.

Kematian Affan bukan sekadar kehilangan seorang anak muda bagi keluarganya, tapi juga hilangnya sosok tulang punggung yang selama ini menopang kebutuhan hidup orang tua dan adik-adiknya.

Ia dikenal sebagai pribadi sederhana, pekerja keras, dan rela berkorban demi keluarga. Tak heran jika kepergiannya meninggalkan luka yang begitu dalam.

Di tengah suasana duka, hadir pula kabar yang sedikit memberi kelegaan. Konglomerat sekaligus filantropis, Jusuf Hamka, turun tangan langsung ke pemakaman Affan.

Ia berjanji akan menanggung penuh biaya pendidikan adik-adik Affan hingga kuliah, bahkan memastikan mereka mendapat pekerjaan kelak. Uluran tangan ini dianggap sebagai bentuk kepedulian nyata di tengah tragedi yang menyayat hati.

Kronologi Malam Mencekam yang Renggut Nyawa Affan

Affan Kurniawan meninggal dunia pada malam 28 Agustus 2025. Saat itu, bentrokan massa pecah di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, tepatnya di sekitar Gedung DPR/MPR RI.

Affan yang sedang menjalankan orderan ojek online mencoba menyeberangi jalan untuk menghindari situasi ricuh. Namun nahas, ia terpeleset dan tertabrak kendaraan taktis Brimob. Rantis sempat berhenti, tapi kemudian melaju lagi dan melindas tubuh Affan.

Ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah Affan dimakamkan keesokan harinya, 29 Agustus 2025, di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Kejadian ini membuat publik marah, hingga tujuh anggota Brimob diamankan untuk diselidiki.

Affan, Si Tulang Punggung Keluarga

Bagi keluarganya, Affan bukan sekadar anak sulung, melainkan tulang punggung utama. Ia tinggal bersama orang tua dan enam anggota keluarga lain di kontrakan sempit ukuran 3x11 meter di Menteng, Jakarta Pusat.

Sehari-hari, Affan bekerja sebagai driver ojek online. Meski ayah dan kakaknya juga bekerja, penghasilan Affan jadi salah satu yang paling diandalkan. Sementara sang ibu hanya bekerja sebagai buruh cuci pakaian.

Ia dikenal pendiam, rajin bekerja, dan sangat peduli terhadap keluarganya. Salah satu hal yang bikin haru, Affan sering menyisihkan sedikit demi sedikit uangnya buat biaya sekolah adik-adiknya. Dia juga rela berbagi kamar kecil dengan kakaknya demi menghemat biaya.

Kepergiannya jelas meninggalkan luka dalam. Tetangga dan kerabat mengenang Affan sebagai sosok sederhana, penuh tanggung jawab, dan sangat peduli dengan lingkungan sekitar. Tidak berlebihan kalau banyak yang menyebut, hilangnya Affan berarti hilangnya figur panutan di lingkungannya.

Janji Jusuf Hamka untuk Masa Depan Keluarga Affan

Di tengah suasana duka pemakaman, hadir sosok Jusuf Hamka atau yang akrab dipanggil Babah Alun. Ia datang bukan hanya menyampaikan belasungkawa, tapi juga memberi janji besar yang bikin keluarga Affan sedikit lega.

Pengusaha dermawan itu berkomitmen menanggung seluruh biaya pendidikan adik-adik Affan sampai perguruan tinggi. Tak berhenti di situ, Jusuf juga menjanjikan lapangan pekerjaan buat mereka setelah lulus kuliah nanti.

Langkah ini dianggap sebagai bentuk nyata solidaritas sosial. Di saat keluarga Affan kehilangan penopang ekonomi utama, uluran tangan seperti ini memberi harapan baru. Banyak warganet dan masyarakat luas yang memuji kepedulian Jusuf Hamka, bahkan menyebut tindakannya jadi teladan bagi pengusaha lain.

Janji tersebut memang tidak bisa menggantikan nyawa Affan. Namun setidaknya, keluarga yang ditinggalkan masih bisa melihat ada cahaya harapan untuk masa depan.

Kematian Affan Kurniawan adalah tragedi yang meninggalkan luka mendalam, bukan hanya bagi keluarganya, tapi juga masyarakat luas. Dari kronologi yang tragis, kisah perjuangan Affan sebagai tulang punggung keluarga, hingga uluran tangan dermawan Jusuf Hamka, semua memberi pelajaran bahwa di balik kisruh demo, ada nyawa rakyat kecil yang jadi korban.

Berita Terkait

Berita Terkini