Beauty

Perbedaan Pola Kebotakan Perempuan dan Laki-Laki, Solusinya Apa?

Ternyata seperti ini perbedaan pola kebotakan pada perempuan dan laki-laki. Bagaimana solusinya?

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi potong rambut. (Pixabay/kaleido-dp)
Ilustrasi potong rambut. (Pixabay/kaleido-dp)

Dewiku.com - Masalah rambut rontok bisa diali siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki. Walau begitu, jumlah rambut rontok berlebihan memang perlu diwaspadai. Kerontokan yang dibiarkan dalam waktu lama bisa saja berlanjut menjadi kebotakan.

"Penyebab rontok itu ada macam-macam. Kalau rambut tidak rontok sama sekali juga harusnya takut. Karena itu kan termasuk fase rambut, dari dia tumbuh akar, memanjang, lalu rontok dan tergantikan yang baru," jelas Corporate Adcanced Research & Evaluation Centre Head Rudy Hadisuwarno Cosmetics, Maily S.Si., M.Biomed., saat temu media di Jakarta, Selasa (2/11/2021) kemarin. 

Selain karena fase normal, kerontokan rambut juga bisa disebabkan faktor keturunan. Kerontokan lalu rambut bisa bertambah banyak seiring dengan bertambahnya usia.

Itulah mengapa sering kali ditemukan orang tua lanjut usia yang mengalami penipisan rambut atau bahkan kebotakan. Pola kebotakan tersebut umumnya berbeda antara perempuan dan laki-laki.

Masalah rambut rontok. (Shutterstock)
Masalah rambut rontok. (Shutterstock)

"Kalau laki-laki biasanya bermula dari garis rambut jadi lebih surut ke belakang. Kalau perempuan di area ubun-ubun. Aware-nya saat membelah rambut, jarak belahannya itu semakin lebar," ujar dia. 

Selain itu, pada dasarnya tidak ada perbedaan lain yang signifikan antara kerontokan rambut pada laki-laki dan perempuan, lanjut Maily. Upaya merawat rambut selalu sehat dan mencegah kerontokan berlebih juga sama-sama bisa hanya dilakukan dari rumah.

Perawatan paling sederhana cukup dengan penggunaan sampo, kondisioner, dan hair tonic setiap kali jadwal mencuci rambut.

"Itu perawatan daily. Tapi kalau masker, seminggu dua atau tiga kali juga cukup," ucapnya. 

Menurut Maily, jadwal mencuci rambut setiap orang juga sangat mungkin berbeda-beda. Ini tergantung dari kondisi kulit kepala dan aktivitas yang dilakukan.

Ia menyarankan, jika tidak banyak berkeringat dan lebih sering di dalam ruangan, sebaiknya mencuci rambut sebanyak tiga kali seminggu. Jika kegiatannya lebih aktif dan sering berkeringat, bisa dua hari sekali atau mungkin setiap hari. (*Lilis Varwati)

Berita Terkait

Berita Terkini