Fashion

Hindari Warna Biru dan Hijau untuk Baju Renang Anak, Ini yang Dikhawatirkan

Jangan membeli baju renang warna biru dan dan hjau untuk Anak! Kenapa?

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi anak-anak berenang. (Pixabay/Pexels)
Ilustrasi anak-anak berenang. (Pixabay/Pexels)

Dewiku.com - Memilih baju renang anak memang tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan demi keselamatan anak saat bermain air.

Belum lama ini, seorang ibu mengunggah video TikTok yang menyarankan orangtua menghindari membeli baju renang berwarna biru atau hijau untuk anak-anak mereka. 

Dilansir dari The Sun, perempuan bernama Lauren Mejia ini mengungkapkan alasannya soal pemilihan baju renang anak. Menurutnya, ini bisa menyelamatkan nyawa anak-anak saat mereka berenang di kolam renang atau pantai. 

Dalam sebuah video, ibu satu anak ini mengklaim bahwa warna biru dan hijau sulit untuk dilihat ketika anak berada di dalam air.

Tentu, hal ini yang bisa menyulitkan orangtua atau penjaga pantai untuk melihat saat seorang anak tenggelam di bawah air.

Dia bahkan memberikan demonstrasi di mana pakaian renang biru tua hampir tidak terlihat saat berada di dalam air. Sebaliknya, dia mengklaim bahwa warna neon merupakan pilihan yang lebih baik. Begitu pula dengan pakaian renang berwarna oranye terang.

Ilustrasi anak-anak berenang. (Pixabay/Jan Haerer)
Ilustrasi anak-anak berenang. (Pixabay/Jan Haerer)

Sayangnya, dia menyadari pilihan warna terang akan sulit bagi anak laki-laki, termasuk untuk baju renang mereka.

Menanggapi hal ini, ibu-ibu lain pun membagikan pendapat mereka di bagian komentar. Tak sedikit yang mengklaim bahwa penjaga pantai juga menyarankan menggunakan pakaian dengan warna lebih gelap.

"Saya pernah melihat seorang penjaga pantai meminta warna gelap pada anak-anak di kolam renang," ungkap seorang ibu.

"Tampaknya warna gelap juga membantu," ujar warganet lain.

Rupanya bukan hanya untuk renang, ibu lain menambahkan bahwa warna neon juga berguna untuk kegiatan di luar ruangan, di mana Anda mungkin dikelilingi oleh banyak orang.

Ini bisa sangat membantu untuk kegiatan pendakian, perjalanan berkemah, dan perjalanan ke taman hiburan yang dipenuhi banyak orang sehingga mungkin menyulitkan orangtua untuk melihat anak-anak mereka ketika tersesat. (*Dinda Rachmawati)

Berita Terkait

Berita Terkini