Lifestyle

Mengapa September adalah Bulan yang Tepat untuk Diet Sehat?

September memiliki suasana penuh kegembiraan.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi program diet. (Unsplash/Jamie Matociños)
Ilustrasi program diet. (Unsplash/Jamie Matociños)

Dewiku.com - Siapa yang masih bertekad menjalankan program diet sehat? Perubahan untuk menjadi lebih baik tak hanya bisa dilakukan di awal tahun sebagai sebuah resolusi tahun baru, termasuk soal diet. Pakar kebugaran justru merekomendasikan September sebagai bulan terbaik untuk memulai program diet.

Seorang pelatih kebugaran bernama Adam Gilbert mengungkapkan September memiliki peluang yang lebih baik untuk merealisasikan rencana. 

''September memiliki suasana penuh kegembiraan. Setelah kita semua melewati musim panas, sekolah kembali memulai aktivitasnya dan kesiapan kembali bekerja keras ada di sana,'' kata dia.

Pernyataan bukan asal dibuat. Rupanya banyak peneliti yang menyebut September sebagai 'temporal landmark', memulai penanda waktu.

Lalu, mengapa September menjadi bulan yang tepat untuk fokus menurunkan berat badan?

1. Iklim yang sempurna

Pada bulan September, iklimnya cukup sempurna untuk memulai resolusi program diet sehat. Hasilnya pun diyakini banyak lebih baik.

''Bayangkan apa yang akan kamu capai pada bulan Januari jika kamu mulai di bulan ini (September). Kamu bisa turun 20 pound sementara seluruh dunia sedang menunggu untuk memulai (di bulan Januari),'' ujar Adam memaparkan.

Menikmati keindahan alam. (Unsplash/Artem Bali)
Menikmati keindahan alam. (Unsplash/Artem Bali)

2. Buat resolusi sekarang juga

Resolusi bisa berupa berbagai hal, seperti bertekad tidur delapan jam setiap hari, tidur lebih cepat dan bangun lebih awal, hingga kehilangan 10 kilogram pada 1 Januari nanti.

Menurut Adam, ada tiga langkah sederhana untuk mencapai resolusi. Pertama, fokus pada 'mengapa' bukan 'apa'. Pada dasarnya, kamu hanya perlu lebih fokus pada apa yang perlu dilakukan, misalnya memutuskan untuk menjalani diet keto saat mengikuti latihan yoga.

Di sisi lain, fokus pada 'mengapa' sebaiknya ditujukan untuk gambaran yang lebih besar dan terarah. Adam menyebutnya sebagai The Five Whys, yakni:

  • Mengapa? Karena saya ingin menjadi lebih sehat.
  • Mengapa? Karena saya tidak menikmati bagaimana saya sekarang.
  • Mengapa? Karena saya merasa bersalah.
  • Mengapa? Karena saya tahu saya tidak bisa makan seperti ini selamanya.
  • Mengapa? Karena jika saya terus menerus ke arah ini, saya akan menyiakan tahun-tahun kehidupan saya
Menu diet sehat. (Unsplash/Heather Schwartz)
Menu diet sehat. (Unsplash/Heather Schwartz)

Hal kedua adalah menyiapkan rencana alternatif jika datang hari di mana kamu merasa tidak yakin dengan program diet sehat yang sedang dijalani.

Langkah tersebut mengingat seiring berjalannya hari, bisa jadi motivasi kita mendadak hilang. Jadi, Adam menyarankan untuk melemparkan pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

  • Apa alasan saya gagal di masa lalu?
  • Kapan saya akan memiliki waktu tersulit yang melekat pada rencana saya?
  • Kapan saya paling mungkin memberi diri saya 'izin' untuk menghentikan kebiasaan baru saya?
  • Apa yang biasanya saya katakan pada diri saya ketika saya benar-benar ingin menyerah?

Terakhir, hapuskan tekad. Kok, begitu?  Setiap kali berbicara tentang kebugaran, kita pasti berbicara tentang tekad dan kekuatan kehendak seseorang untuk mencapai tujuannya.

Namun, ketika seseorang mencapai lebih dekat ke tujuannya ada kemungkinan tekadnya justru semakin tipis. 

 

Artikel ini sudah dipublikasikan sebelumnya di Suara.com dengan judul Ini Alasan September Jadi Bulan yang Tepat untuk Anda Mulai Diet

Berita Terkait

Berita Terkini