Relationship

Hobi Pamer Kemesraan, Wanita Ini Malah Dihujat Tunangannya Mirip Pelayan

Banyak yang muak karena dia terlalu sering pamer kemesraan di media sosial.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yasinta Rahmawati

Ilustrasi pamer kemesraan. (Shutterstock)
Ilustrasi pamer kemesraan. (Shutterstock)

Dewiku.com - Mendapat komentar negatif karena sering pamer hubungan di media sosial tampaknya bukanlah hal baru. Hal itu juga dialami wanita berusia 21 tahun yang hobi pamer kemesraan dengan sang tunangan ini.

Dilansir dari World of Buzz, Charlotte Audrey benar-benar bangga dengan hubungannya. Oleh karena itu, dia mendokumentasikan segala sesuatu yang terjadi di media sosial.

Dia membual tentang bagaimana sang kekasih yang baru bertunangan dengannya itu melakukan segala hal untuknya. Dia bilang tunangannya mengeringkan rambutnya, melipat cuciannya, memotong buah untuknya, mencuci piring, bahkan membuat sarapan untuknya setiap hari.

Ia juga memuji tunangannya yang tidak malu membelikan pembalut dan selalu mengalah saat mereka berkelahi. Tidak hanya itu, tunangannya juga memijat dan menerapkan perawatan kulit di wajahnya setiap hari.

Charlotte Audrey dan pasangan. (Facebook/Charlotte Audrey)
Charlotte Audrey dan pasangan. (Facebook/Charlotte Audrey)

''Pada hari pertama kita tinggal bersama, dia mengatakan bahwa selama aku di tempatnya, dia akan memijat dan menggunakan pelembab untukku setiap hari. Sampai hari ini, selama kita di rumah, dia benar-benar menepati janjinya,'' ungkap Charlotte dengan bangga.

Diketahui dari Facebook, kedua sejoli ini bertunangan pada awal Januari 2019. Sementara beberapa orang mungkin menyebut mereka #RelationshipGoals, banyak pula yang berkomentar dia mengalami ''Sindrom Putri''.

Ilustrasi media sosial. (Unsplash/Christian Wiediger)
Ilustrasi media sosial. (Unsplash/Christian Wiediger)

Netizen bahkan menyebut tunangannya itu seperti pelayan. ''Ini seperti menikah dengan seorang pelayan,'' komentar salah satu netizen.

''Ini pasti 'sindrom putri' di sini. Orang ini pasti kelelahan karena pekerjaan, tetapi dia masih perlu melakukan banyak hal setelah pulang. Tidak termasuk pekerjaan rumah yang diperlukan, sisanya benar-benar melelahkan. Jika Anda berada di posisinya, berapa lama Anda bisa tahan?'' komentar netizen lain.

Berita Terkait

Berita Terkini