Relationship

Galih Ginanjar Buka-bukaan soal Ranjang, Haruskah Membongkar Aib Mantan?

Galih Ginanjar blak-blakan soal kehidupan seksualnya.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Galih Ginanjar dan Barbie Kumalasari. (Suara.com/Ismail)
Galih Ginanjar dan Barbie Kumalasari. (Suara.com/Ismail)

Dewiku.com - Setelah Barbie Kumalasari bikin heboh publik dengan blak-blakan soal kehidupan seksualnya, giliran Galih Ginanjar turut membongkar perkara ranjang di saluran YouTube Rey Utami & Benua.

Galih Ginanjar pun sempat mengungkap kehidupan seksual dirinya di masa lalu dengan mantan istrinya. Dia mengibaratkan masalah ranjangnya dengan mantan istri layaknya mengonsumsi ikan asin setiap hari.

"Kalau yang onoh, lu tahu kan, kayak buka tudung saji 'yah, ikan asin, tutup lagi' gitu. Bayangin kayak gimana?" ungkap Galih Ginanjar.

"Ya, akhirnya merem aja. Ya udahlah yang penting tersalurkan, makanya cuman 15 menit," ucap dia lagi.

Galih Ginanjar mengaku tidak dapat menegur mantan istrinya ketika masih berumah tangga dulu karena takut membuat kepercayaan diri pasangan menurun. Ia memilih langsung membawa mantan istri ke dokter spesialis guna memastikan penyebab bau pada organ intim.

"Dokter yang bilang sih katanya jamur, terus juga nggak bersih, ya mungkin karena pindah sana, pindah sini," tambah dia.

Terlepas dari bagaimana kebenarannya, apa yang diungkapkan Galih Ginanjar dapat dikatakan sama dengan mengumbar kejelekan mantan istri. Namun, perlukah hal itu dilakukan?

Pasangan suami istri bertengkar. (Pixabay/Sasin Tipchai)
Pasangan suami istri bertengkar. (Pixabay/Sasin Tipchai)

Mengutip dari ScaryMommy, paling tidak ada lima poin tentang mengapa Anda tidak seharusnya berbicara buruk soal mantan, bahkan saat Anda benar-benar kesal sehingga ingin membongkar semuanya.

1. Anak Anda membawa sebagian dari DNA mereka

Memang tak ada penelitian yang mengatakan soal 'pembagian' DNA ini. Namun, setiap orang pada dasarnya punya kepribadian menarik. Anak Anda juga punya sifat positif dan negatif. Jadi ketika Anda menjelakkan mantan pasangan, dampaknya tidaklah baik.

Perkataan negatif tentang orang tua mereka bisa membikin anak-anak secara tidak sadar ikut merasa buruk dan bertanya, "Apakah aku juga orang yang tidak baik?"

2. Anda sendiri yang memilih sang mantan di masa lalu

Betapa pun buruknya dia, ingatlah bahwa dulu Anda sendiri yang memilih dia dan kemudian memutuskan hidup bersama. Meski akhirnya tidak seperti yang diharapkan, setiap pilihan tentu memiliki konsekuensi, termasuk hal paling buruk yang kemudian membuat kalian berpisah.

Ilustrasi perceraian [shutterstock]
Ilustrasi perceraian. (shutterstock)

3. Tanpa dia, bisa jadi tidak akan ada mereka yang Anda cintai saat ini

Hampir mirip poin pertama, tapi ini lebih tentang bersyukur telah memiliki kebahagiaan lain di sekitar Anda saat ini. Mungkin Anda berharap sang mantan tidak pernah dilahirkan atau berharap tidak pernah bertemu dengannya sejak awal.

Namun, coba pikirkan lagi, terutama bagi Anda yang dikarunia anak dari hasil hubungan dengan mantan pasangan. Jika tidak ada si mantan, tak ada pula anak-anak lucu yang sekarang menjadi kekuatan Anda bertahan.

4. Anda menjadi sosok yang lebih dewasa

Setelah berpisah atau bercerai, tentu hidup harus terus berjalan dan berkembang. Jika Anda perhatikan baik-baik, ada banyak hal yang kemudian pantas disyukuri, minimal karena sudah tidak perlu lagi merasa muak tersakiti dan berdebat dengan orang yang sama setiap hari.

Meredakan kemarahan dan kekecewaan terhadap mantan memang bukan hal mudah. Namun, Anda berhak bahagia tanpa harus mengungkit keburukannya lagi, terlebih di depan orang lain.

Ilustrasi perceraian. (Shutterstocks)
Ilustrasi perceraian. (Shutterstock)

5. Suatu hari nanti, anak-anak pasti akan tahu

Masih dalam artikel ScaryMommy, sang penulis menyebutkan bahwa dirinya juga mesti berjuang untuk bangkit setelah berpisah dari mantan pasangan. Dia pun mengatakan bahwa dirinya dibesarkan oleh seorang ibu tunggal.

Menurut penulis, anak-anak pada akhirnya bakal tahu sendiri seperti apa sifat orang tua mereka, mungkin saat usia 10 tahun, 18 tahun, atau setelah melebihi umur itu. Mereka bisa melihat sosok mantan pasangan Anda sekaligus orang tua biologis mereka itu secara lebih obyektif.

Anda tidak harus berbicara buruk tentang kejelekan mantan pasangan. Suatu hari nanti anak-anak bakal mencari tahu sendiri dan menemukannya, entah itu sisi baik maupun buruknya.

Nah, kembali lagi soal betapa blak-blakan seorang Galih Ginanjar tentang kehidupan seksualnya dengan mantan istri. Bagaimana menurut Anda? Adakah di antara Anda yang pernah melakukan hal serupa saking kesalnya dengan kelakuan mantan di masa lalu?

Berita Terkait

Berita Terkini