Relationship

Ogah Punya Pasangan Tukang Selingkuh, Ibu Ini Malah Dimarahi Anaknya

Keputusan sang ibu meninggalkan pasangan malah membuat anaknya kesal.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati

Ilustrasi pria selingkuh. (Shutterstock)
Ilustrasi pria selingkuh. (Shutterstock)

Dewiku.com - Seorang ibu mengungkapkan bahwa sang anak lebih suka dirinya menjadi selingkuhan. Hal ini dikarenakan si anak ingin hidup mewah, meskipun ayahnya adalah tukang selingkuh.

Menyadur The Sun, seorang wanita mengisahkan bahwa dirinya berpacaran dengan atasan di tempat kerja. Meski pasangan ini walau perbedaan umur 20 tahun, sang wanita tidak keberatan.

Sejak awal bertemu, atasan wanita ini mengaku bahwa dirinya sudah bercerai. Dia juga tidak punya anak dan tidak mencintai istri dari pernikahannya dulu.

Kisah mereka pun mulanya berjalan lancar. Sekitar 20 tahun lalu, sang pria membeli rumah dan mengajaknya tinggal bersama. Mereka juga punya seorang anak laki-laki.

"Aku bisa menikmati hidup sebagai ibu di rumah karena ayah anakku mendapat cukup penghasilan sehingga aku tidak perlu bekerja. Hidup terasa sempurna."

"Pasanganku masih sering bepergian karena pekerjaan, tapi dia biasanya di rumah selama setengah minggu dan sangat perhatian," imbuhnya.

pasangan bercerai
Ilustrasi kecewa jadi selingkuhan.

Walau demikian, kebohongan sang pria tidak bertahan lama. Suatu hari, ibu ini menemukan surat yang ditujukan ke alamat rumah berbeda.

Ketika diinterogasi, si pria akhirnya mengaku. Selama 20 tahun, pria ini ternyata menjalani kehidupan ganda dan memiliki 2 keluarga. Ia juga masih tinggal dengan istri dan anak-anaknya.

Hal ini tentu membuat sang ibu syok. Sadar dirinya cuma dijadikan selingkuhan, ibu ini memilih putus dan pindah ke tempat baru. Di sisi lain, pria ini tetap bertanggung jawab dengan cara mengirimkan uang untuk anaknya.

"Aku selalu jujur dengan putraku bahwa dia memiliki dua saudara tiri. Saat umurnya 18, putraku bertemu mereka," lanjut ibu ini.

Sayangnya, pertemuan itu tidak berakhir baik. Setelah melihat keluarga ayahnya, anak lelaki ibu ini merasa kesal karena tak bisa hidup sama mewahnya.

"Mereka tinggal di rumah besar, ke sekolah swasta, dan punya mobil di usia 17. Uang dari ayahnya tidak cukup untuk gaya hidup macam itu."

Ilustrasi perempuan tutupi wajahnya. (Shutterstock)
Ilustrasi sedih jadi selingkuhan. (Shutterstock)

Sekarang, ibu ini berakhir dimarahi oleh anaknya. Menurut sang anak, ibu ini mestinya tetap mau menjadi selingkuhan sehingga mereka bisa hidup mewah.

Melansir rubrik Dear Deidre, sang ibu sebenarnya tidak bersalah. Ia cuma korban, sama halnya seperti istri sah dan anak-anak pria tersebut.

Dibandingkan merasa bersalah karena dimarahi si anak, ibu ini disarankan untuk menjelaskan dampak negatif dijadikan selingkuhan.

Walau secara keuangan mereka bisa hidup lebih baik, ibu dan anak ini akan menderita dalam jangka panjang karena cuma dijadikan simpanan. Oleh karena itu, sang ibu disarankan tak mengubah keputusannya berpisah dari pria tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkini