Relationship

Masih Terjebak Toxic Relationship? Coba Lakukan Langkah Ini

Bagi banyak orang, keluar dari toxic relationship memang bukan hal yang mudah.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi pasangan bertengkar karena masalah keuangan. (Shutterstock)
Ilustrasi pasangan bertengkar karena masalah keuangan. (Shutterstock)

Dewiku.com - Salah satu tanda toxic relationship atau hubungan beracun dalam percintaan adalah rasa cemburu berlebihan, berperilaku kasar, hingga berani memaki pasangan.

Hal-hal seperti itu, pada akhirnya bisa membuat pasangan korban hubungan beracun mengalami trauma yang mendalam. Tak jarang, mereka butuh waktu lama untuk mengobati trauma.

Dikatakan Dosen Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Istiana Tajuddin, salah satu cara mengobati trauma mendalam akibat hubungan beracun adalah melakukan konsultasi dengan seorang profesional.

"Kita harus pergi ke profesional ya, karena trauma bukan hal yang sederhana. Salah satu ciri-ciri orang yang trauma itu sering flashback, dan itu sangat mengganggu seseorang," ungkap dia dalam acara Dating Abuse, Kamis (8/7/2021) lalu.

Ilustrasi pasangan bertengkar. (Shutterstock)
Ilustrasi pasangan bertengkar. (Shutterstock)

Selain itu, dia menyebut pentingnya melakukan relaksasi dan berdamai dengan diri sendiri. Namun untuk mencapai proses ini, seseorang perlu melakukan konsultasi dengan profesional terlebih dahulu.

Kata Istiana Tajuddin, seseorang yang masih menyimpan trauma kerap memandang kehidupan masa kini dan masa depan dengan cara sama.

Misalnya, korban toxic relationship cenderung membangun hubungan baru dengan cara pandang yang sama. Akibatnya, itu akan mengganggu hubungan baru yang dijalani.

"Misalnya pernah memiliki hubungan percintaan toksik selama dua tahun. Dan ketika Anda membangun hubungan baru, terus pacar suka tanya pakaian. Karena pernah pengalaman di hubungan toksik, kita merasa dikoreksi. Padahal tidak, dia cuma nanya," kata dia.

Menurutnya, hal seperti itu bisa terjadi karena seseorang masih belum sembuh dari masa lalunya. Jika belum sembuh, korban rawan mengalami kegagalan dalam berhubungan.

Rasa trauma masih terbawa hingga masa depan. "Inilah kenapa orang yang belum sembuh akan terus gagal sebelum mengobati dirinya sendiri," jelas Istiana. (*Aflaha Rizal Bahtiar)

Berita Terkait

Berita Terkini