Relationship

5 Fase Galau saat Putus Cinta, Salah Satunya Jadi Rajin Berdoa

Ada beberapa fase sedih yang mungkin dialami seseorang saat batu putus cinta.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi wanita sedang sedih. (Unsplash/Kevin Laminto)
Ilustrasi wanita sedang sedih. (Unsplash/Kevin Laminto)

Dewiku.com - Putus cinta dan perpisahan kadang memang tak bisa dihindari. Situasi ini tentu menyakitkan dan tidak mudah diterima sehingga membuat sedih dan galau

Merasakan sedih saat putus cinta adalah hal yang wajar. Kamu cuma perlu melalui fase kesedihan itu. Dilansir dari Times of India, berikut fase kesedihan ketika orang putus cinta. 

Menyangkal

Pada fase ini, seseorang akan menyangkal bahwa hubungannya telah kandas. Bahkan,  dia akan membela dirinya dan mengatakan bahwa mereka hanya sedang rehat dan butuh intropeksi diri.

Fase ini sangat wajar dirasakan. Namun di balik fase ini, tentunya ini bisa menjadi proses untuk menerima kenyataan.

Ilustrasi putus cinta (freepik.com/jcomp)
Ilustrasi putus cinta (freepik.com/jcomp)

Perasaan sedih

Pada fase ini, seorang umumnya akan mempertanyakan dan bersedih kenapa kondisi ini terjadi padanya. Namun, sedih sendiri merupakan sesuatu yang wajar.

Kesedihan karena putus cinta dapat menghancurkan, mengasingkan, dan bisa membuat kewalahan. Kamu tidak hanya meratapi masa lalu, tetapi juga meratapi masa depan.

Berdoa kepada Tuhan

Ini adalah fase saat seseorang membuat beberapa janji kepada Yang Maha Kuasa. Pada fase ini, seseorang kerap berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dan tidak akan lagi mengecewakan pasangan. 

ilustrasi wanita sedih. (Pexels/Kat Jayne)
ilustrasi wanita sedih. (Pexels/Kat Jayne)

Mudah marah

Ketika putus cinta, seseorang akan mudah marah dan sulit menerima kenyataan. Bahkan, mereka cenderung melampiaskannya dengan memukul secara fisik. Marah itu wajar, tapi jika berlebihan, ini tak baik untuk kesehatan mental.

Mulai terima kenyataan

Setelah melewati fase sedih dan sulit melepaskan, pada akhirnya seseorang akan menerima kenyataan. Saat sampai pada fase ini, seseorang akan menerima bahwa sudah saatnya untuk membuka lembaran baru, sekaligus belajar dari kesalahan di masa lalu. (*Aflaha Rizal Bahtiar)

Berita Terkait

Berita Terkini