Relationship

Hanya Kamu yang Berjuang Sendirian, Ini 3 Bahaya Menjalani Hubungan Sepihak

Berikut beberapa dampak negatif dari menjalani hubungan sepihak.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi pasangan kekasih. (Unsplash/Felix jr Serrano)
Ilustrasi pasangan kekasih. (Unsplash/Felix jr Serrano)

Dewiku.com - Hubungan asmara cuma bisa berjalan baik jika kedua belah pihak punya komitmen yang sama. Bagaimana jika komitmen hanya dijalankan oleh satu orang saja? Artinya, itu adalah hubungan sepihak.

Dalam hubungan sepihak, pasanganmu mungkin tak mau berjuang untuk kelanggengan hubungan. Kamu tampak melakukan segalanya sendirian sehingga pasanganmu terkesan sangat egois.

Mengutip dari Healthshots, hubungan sepihak bisa memicu rasa tidak aman, rasa cemas, dan konflik batin. Jika kamu mengalaminya, hubungan ini terasa bukan lagi tentang cinta, melainkan penghancuran mental.

Berikut tiga bahaya yang bakal terjadi jika kamu terus menjalani hubungan sepihak. Apa saja?

Ilustrasi Pasangan (Pexels/Tan Danh)
Ilustrasi Pasangan (Pexels/Tan Danh)

1. Stres meningkat

Hubungan toksik dan cuma sepihak cuma akan membuatmu stres. Kamu merasa tidak ada dukungan dan timbal balik dari pasangan sehingga tidak berharga.

Mau seberapa kuat kamu berusaha, jika dia kurang menghargai perjuanganmu, kehadiranmu tidak akan membuatnya cukup. Mau sampai kapan kamu merasa tersiksa secara batin?

2. Berkurangnya rasa percaya diri

Hubungan sepihak juga bisa membuatmu merasa kurang percaya diri. Jika kamu sering merasa tak dihargai, kamu pasti bakal merasa dikecewakan, ditolak, dan diabaikan.

Kalau terus-menerus ada di posisi ini, dampaknya tak baik untuk kesehatan mental. Lebih baik pergi daripada kamu bertahan tapi tidak dihargai.

3. Bisa menyebabkan masalah kesehatan

Menjalani hubungan sepihak juga akan meningkatkan risiko masalah kesehatan. Hal ini telah dibuktikan oleh studi UCLA yang mengungkap bahwa menjalani hubungan sepihak dapat meningkatkan risiko peradangan dalam tubuh. Jika tak ditangani, bukannya tak mungkin menyebabkan masalah kesehatan serius. (*Aflaha Rizal Bahtiar)

Berita Terkait

Berita Terkini