Beauty

Kisah Victoria Curthoys, Kehilangan Jari Kaki setelah Spa Ikan

Victoria Curthoys berbagi pengalaman hidupnya tentang kehilangan jari kaki setelah mencoba spa ikan.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rima Suliastini

Ilustrasi spa kaki. (Pinterest)
Ilustrasi spa kaki. (Pinterest)

Dewiku.com - Kisah ironis ini datang dari  seorang gadis cantik bernama Victoria Curthoys yang harus kehilangan lima jari kaki setelah menjalani spa ikan di Thailand. Awalnya, Victoria bahagia seperti gadis lainnya ketika berlibur ke luar negeri. Dia sangat menikmati liburan mewahnya kala itu.

Hingga akhirnya dia merasa tertarik untuk mencoba spa ikan untuk merelaksasi kakinya. Awalnya, Victoria sempat ragu karena dia pernah menjalani sebuah operasi pada jari kaki saat berumur 17 tahun. Namun, dia menjadi yakin setelah melihat sang pemilik spa menjaga kebersihan ikan dan peralatannya dengan baik.

''Saya pikir tidak ada apa-apa karena saya telah menyaksikan pemilik mengatur sistem dan terlihat sangat bersih, tetapi betapa salahnya saya,'' ujar Victoria seperti yang dikutip dari Mirror, Kamis (13/9/2018).

Ilustrasi ikan. (Pexels/FOX)
Ilustrasi ikan. (Pexels/FOX)

Sepertinya itu menjadi keputusan yang paling disesali oleh Victoria. Pasalnya, setelah mencoba spa ikan di Thailand, tubuhnya memperlihat gejala yang aneh seperti merasa demam sepanjang hari. Victoria segera menuju dokter dan memeriksa keadaannya.

Butuh waktu yang cukup lama bagi dokter untuk mengetahui penyebab sakit Victoria. Pada akhirnya, mereka sepakat jika ini berkaitan dengan infeksi tulang yang diderita oleh Victoria saat berumur 17 tahun. Infeksi tulang ini juga yang membuat Victoria harus menjalani operasi kaki pertama.

Setahun berlalu, dokter akhirnya menemukan penyebab sakit Victoria sebenarnya. Rupanya spa kaki yang ia coba di Thailand itu membuat Victoria menderita infeksi lain pada tulang jempol kakinya.

Sebuah serangga air yang hanya hidup di Thailand telah masuk ke tubuh Victoria melalui luka operasi di kakinya.

''Pada saat mereka menyadari (jenis penyakit dari serangga) apa itu, seluruh tulang jari kaki saya telah dimakan dan saya menderita sakit sepanjang waktu,'' jelasnya.

Malang, Victoria harus merelakan jempol kaki kanannya untuk diamputasi pada 2012 lalu.

Setelah menjalani amputasi jempol kaki, Victoria bisa bernafas lega karena dia merasa lebih sehat dan tidak menderita karena rasa sakit yang dulu ia rasakan.

Ilustrasi kaki dalam rendaman. (Pexels/Kaique Rocha)
Ilustrasi kaki dalam rendaman. (Pexels/Kaique Rocha)

Namun sayangnya, kehilangan jempol membuat dia kehilangan keseimbangan dan harus membagi berat tubuhnya pada empat jari yang tersisa. Hal ini tentu saja membuat tekanan yang tidak wajar pada kaki kanannya. Akhirnya, Victoria pun merasa sakit untuk kali kedua.

''Setahun berjalan tanpa jempol kaki menyebabkan luka di kedua jari saya karena mendapat tekanan dari atas, tapi saya tidak menyadari bahwa di bagian bawah jari ada infeksi lagi,'' ujarnya.

Victoria harus kehilangan jari kaki lagi karena hal ini. Dokter mengamputasi satu jari Victoria dan menyisakan tiga jari di kakinya.

Setelah proses itu, Victoria mengaku lebih baik dan merasa sehat. Meskipun dia masih down karena kehilangan dua jari, tapi pikiran positifnya masih bisa diandalkan. Dia merasa masih beruntung memiliki kaki dan bertekad untuk melanjutkan hidup lagi.

Sayangnya, itu hanya berlangsung dua tahun karena setelahnya Victoria kembali diserang sakit. Dia demam dan muntah-muntah sepanjang hari.

Dokter yang menangani Victoria melakukan sinar X tapi tidak ada tanda-tanda infeksi dalam hasil pemeriksaan. Dokter kemudian berkesimpulan jika penyebab penyakit ini ada pada kepalanya.

Hingga pada suatu hari, dokter mengambil sampel darahnya dan mereka menyadari jika Victoria memang memiliki infeksi tulang dan kelainan sel darah putih. Hal inilah yang membuat kondisinya sangat buruk.

Dokter akhirnya mengambil dua dari tiga jari yang tersisa. Dengan beberapa alasan, dokter membiarkan kelingkingnya tetap menempel di kaki kanannya.

''Karena jari kelingking adalah satu-satunya yang tersisa, saya terus mengetuknya ketika berjalan dan jari kelingking ini harus menerima tekanan yang sangat berat.''

Victoria melanjutkan ceritanya jika dia kemudian melihat jari kelingkingnya dalam kondisi yang memprihatinkan. Ada cairan di kaos kakinya tapi dia tidak menemukan luka pada permukaan kulitnya.

Ilustrasi jejak kaki. (Pexels/Min An)
Ilustrasi jejak kaki. (Pexels/Min An)

''Setelah beberapa sampel darah dan sinar X, dokter menemukan infeksi tulang lain, jadi mereka akhirnya mengambil jempol terakhir pada bulan November 2017,'' ungkapnya.

Dengan begitu, habis sudah jari di kaki kanan gadis cantik ini. Victoria sempat merasa sangat terpukul karena hal ini. Namun sekali lagi, pikiran positifnya selalu membuat dia kuat.

Dia berkata jika pernah melihat orang lain dengan kondisi yang lebih buruk dari dirinya sehingga dia merasa jauh lebih beruntung.

Kini Victoria harus membiasakan diri untuk berjalan tanpa jari kaki, meskipun sering tersandung karena tidak ada jari kaki yang peka terhadap lingkungan sekitarnya, tapi Victoria sangat senang karena masih punya kaki untuk berjalan.

Victori kini sering memberikan informasi tentang pengalaman hidupnya melalui akun instagram @terrifically_toeless. Dalam akun ini juga Victoria berbagi cerita tentang pemulihan pasca amputasi.

Berita Terkini