Beauty

Belum Banyak yang Tahu, Ini Fakta Menarik tentang Lipstik

Dari simbol strata sosial hingga prostitusi.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Kintan Sekarwangi

Ilustrasi bibir memakai lipstik. (Unsplash/Ian Dooley)
Ilustrasi bibir memakai lipstik. (Unsplash/Ian Dooley)

Dewiku.com - Lipstik merupakan makeup penting bagi wanita. Selain mempercantik wajah kita, ternyata ada beberapa fakta menarik tentang lipstik yang mungkin belum banyak diketahui.

Sejak zaman Mesir Kuno, lipstik sudah digunakan. Pada zaman tersebut lipstik dikenal sebagai pewarna bibir. Namun, pewarna bibir ini bukan digunakan sebagai riasan wajah. Dilansir dari laman Bustle, pewarna bibir saat itu digunakan untuk menandakan status sosial dan kedudukan.

Pada masa Mesir Kuno, bukan hanya perempuan saja yang mengenakan pewarna bibir, melainkan juga pria. Industri lipstik terus berkembang sejak pertama kali diciptakan secara komersial dalam sebuah tube silinder oleh Maurice Levy tahun 1915.

Sejak saat itu, lipstik terus berkembang dari masa ke masa hingga era modern. Lipstik yang dahulu identik dengan warna merah, kini sudah memiliki beragam warna.

Ilustrasi bibir tipis dan sensitif. (Unsplash/Greg Kantra)
Ilustrasi bibir tipis dan sensitif. (Unsplash/Greg Kantra)

Kembali lagi di era Mesir Kuno. Cleopatra dan semua pembantunya mengenakan pewarna bibir. Ini untuk menandakan status sosial dan kedudukan. Pewarna bibir tak hanya digunakan oleh perempuan, namun juga pria.

Pewarna bibir pada era Mesir Kuno hingga kejayaan Ratu Elizabeth I ternyata terbuat dari timah putih. Timah putih ini dapat membahayakan kesehatan. Zat ini dipercaya bisa membunuh pemakaiannya secara perlahan jika digunakan secara rutin.

Hal berbeda terjadi pada masa Yunani Kuno. Perempuan yang mengenakan lipstik merah justru merupakan para pekerja seks komersial. Pada masa tersebut, gereja mengeluarkan aturan bahwa para pekerja seks atau wanita penghibur akan dihukum jika tidak mengenakan pewarna bibir di area publik.

Ilustrasi bibir tebal dan penuh. (Pexels)
Ilustrasi memakai lipstik. (Pexels)

Setelah Ratu Elizabeth I kembali memopulerkan bibir merah di tengah peraturan dan larangan pewarna bibir oleh pihak gereja di Eropa, sejarah lipstik terus berkembang.

Hingga pada tahun 1912, lipstik yang memiliki stigma buruk kemudian menjadi simbol emansipasi wanita yang digalakkan oleh Elizabeth Cady Stanton dan banyak feminis lainnya. Mereka melakukan aksi protes dan menuntut haknya di New York.

Itulah beberapa fakta menarik mengenai lipstik yang mungkin belum banyak diketahui.

Berita Terkait

Berita Terkini