Fashion

Gara-Gara Pakai Topi, Selera Fashion Melania Trump Dikritik Lagi

Bukan Melania Trump namanya kalau selera fashionnya nggak jadi sorotan publik.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rima Suliastini

Ilustrasi Pith Helmet. (Shutterstock)
Ilustrasi Pith Helmet. (Shutterstock)

Dewiku.com - Selera fashion Melania Trump semakin sering disorot setelah suaminya, Donald Trump, resmi dilantik jadi Presiden Amerika Serikat. Bukannya menjadi inspirasi, fashion pilihan First Lady itu justru sering menuai kritik. Kali ini Melani, sapaan hangatnya, dikritik gara-gara topi yang ia pakai saat safari di Benua Afrika

Seperti dalam cuplikan video yang diunggah akun Instagram resmi miliknya @flotus, Melania Trump tampak menikmati kunjungan solo perdananya di Benua Afrika. Saat mengunjungi sebuah taman nasional di Kenya, Melani tampak mengenakan celana warna kulit unta yang dipadukan dengan kemeja putih polos.

Boots setinggi dengkul membuat penampilannya semakin oke dan stylish. Namun bukan itu yang membuat penduduk Afrika geram, melainkan topi yang ia pakai saat safari.

Penampakan selera fashion Melania Trump saat di Afrika. (Instagram/@flotus)
Penampakan selera fashion Melania Trump saat di Afrika. (Instagram/@flotus)

Kok, bisa?

Karena topi yang disebut pith helmet tersebut dianggap sebagai simbol penindasan dari bangsa Eropa saat menduduki Afrika pada abad ke-19 silam. Mengetahui hal ini, tentu saja penduduk Afrika geram dan mengecam pilihan fashion Melania Trump.

Banyak yang berpendapat jika pith helmet yang dipilih oleh wanita berdarah Slovenia-Amerika tersebut mengungkap pesan khusus yang dikaitkan dengan cara pandangnya.

Seorang ahli politik Afrika sekaligus profesor ilmu politik di University of California, Kim Yi Dionne, angkat bicara. Menurutnya, apa yang dikenakan oleh Melania Trump adalah refleksi dari pemikirannya, begitu juga dalam kasus ini.

''Gayanya adalah sebuah sinyal tentang Afrika di tahun 2018 menurut pandangannya. Afrika itu tua dan kuno, dan itu tidak akurat,'' ungkap Dionne seperti yang dilansir dari The New York Times, beberapa waktu lalu.

Penampakan selera fashion Melania Trump saat di Afrika. (Instagram/@flotus)
Penampakan selera fashion Melania Trump saat di Afrika. (Instagram/@flotus)

Bukan sekali ini saja Melania Trump dikritik tentang selera fashionnya. Tahun sebelumnya, Melani juga 'panen' kecaman.

Hal yang paling membekas adalah gaun pink neon yang ia pakai saat memberi pidato tentang cyber bullying. Gaun yang terlihat unik karena memiliki gelembung pada bagian lengan tersebut merupakan karya desainer yang baru saja dipamerkan pada New Fashion Week 2017.

Tentu saja harganya tidak murah. Jika dikonversikan dalam rupiah, gaun tersebut bernilai hampir Rp 50 juta. Wow!

Ironis, gaun pink dengan lengan menggelembung itu justru menjadi menjadi bahan olok-olok netizen. Ada yang menyebutkan jika gelembung lengan pada gaun itu berfungsi untuk menampung ironi dalam hidupnya.

''Dress yang dipakai Melania saat pidato anti-bullying menggelembung bagian lengannya, karena itu dipenuhi dengan ironi,'' tulis seorang netizen.

Lalu, kira-kira apa yang salah dalam selera Melania Trump? Tidak ada yang bisa menjawab. Bahkan, kritik atas pilihan busananya sudah seperti makanan sehari-hari bagi Melani. Hal ini pun bisa membuat netizen 'kenyang' karena dengan mudah menjadi konsumsi publik.

Masih ingat dengan mantel Dolce & Gabbana seharga Rp 685 juta saat acara pertemuan G7 di Italia? Itu juga menjadi bahan kecaman.

Begitu juga dengan high heels yang dikenakannya saat mengunjungi lokasi bencana alam. Sepatu mahal tersebut dianggap terlalu cantik untuk kunjungan lokasi bencana alam. Belum berhenti di sana, masih ada sederet kasus serupa lainnya yang menimpa Melania Trump.

Kembali pada pith helmet yang ia pilih saat safari di Afrika, apakah Melania Trump bisa tidur nyenyak setelah memamerkan selera fashionnya? Kira-kira, menurut kalian gimana, apakah ibu dari Barron Trump ini memang punya pesan 'khusus' di balik pilihan Pith Helmet yang dia kenakan?

Berita Terkait

Berita Terkini