Fashion

Bikin Heboh, Prada Jual Kaos Putih Polos Harga Jutaan

Tertarik membelinya?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yasinta Rahmawati

Prada Logo Pique T-shirt. (Farfetch)
Prada Logo Pique T-shirt. (Farfetch)

Dewiku.com - Rumah mode mewah asal Italia, Prada, baru saja bikin heboh netizen. Sebab mereka menjual kaos putih polos dengan harga jutaan.

Dilansir dari Mirror, Prada sampai dilabeli 'kotor' setelah netizen melihat harganya yang dianggap berlebihan.

Sebab kaos yang dinamai 'Logo Pique T-shirt' itu dihargai 270 poundsterling atau sekitar Rp 5 juta.

Hal yang bikin kesal, kaos putih polos tersebut terdaftar di situs ritel fashion mewah Farfetch, dan hanya digambarkan sebagai '100% katun'. Tidak ada yang spesial.

Tapi tidak berhenti sampai di situ. Kaos serupa yang berbeda warna dijual dengan harga 540 poundsterling atau Rp 10 jutaan!

Seorang pembelanja menemukan t-shirt mahal itu secara online dan mempostingnya ke grup Facebook dengan judul: ''Oke.''

Prada Logo Pique T-shirt. (Farfetch)
Prada Logo Pique T-shirt. (Farfetch)

''Sampah. Salah dalam segala hal. Apakah aku terdengar kasar? Benar, kan?'' ujar salah satu netizen.

''Dibeli oleh orang-orang yang tahu harga tapi tidak tahu nilainya,'' tulis netizen lain.

Sementara Prada menjual kaos putih polos yang terbuat dari 100% katun dengan harga hampir 300 poundsterling, merek-merek lainnya menjual produk serupa dengan harga 100 kali lebih murah.

Contohnya Asda George yang menjual replika kaos Prada tersebut dengan harga 3,5 poundsterling atau Rp 65 ribu saja.

Sementara merek Sainbury, Tu, menjual kaos serupa seharga 4 poundsterling atau Rp 74 ribu.

Mereka terbuat dari bahan yang sama persis dan memiliki desain yang sama persis. Satu-satunya perbedaan adalah kaos Prada memiliki logo putih.

Ini bukan pertama kalinya label mewah dikecam karena memberi harga berlebihan pada kaos basic.

Sebut saja Gucci yang mendapat kecaman pada Agustus tahun lalu setelah memberi harga sebuah kemeja dengan logo Paramount seharga 480,64 poundsterling atau Rp 8,9 jutaan.

Satu blog mode menyebut desain itu sebagai ''aksi pemasaran atau kesalahan langkah aneh untuk membuat tren baru''.

Berita Terkait

Berita Terkini