Lifestyle

Naik Pesawat Bareng Orang Obesitas, Wanita Ini Tuntut Pihak Maskapai

Dia merasa sangat terancam karena duduk sebelahan dengan orang obesitas.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Penumpang pesawat. (Pixabay/Free-Photos)
Penumpang pesawat. (Pixabay/Free-Photos)

Dewiku.com - Zaman sekarang, booking tiket dan tempat duduk di pesawat bukan lagi perkara ribet dan bisa dilakukan dengan mudah jauh-jauh hari sebelumnya. Namun, bagaimana jika kita berakhir duduk sebelahan dengan penumpang obesitas?

Beberapa orang mungkin tak masalah bakal duduk sebelahan dengan siapa di pesawat. Namun, hal itu tidak berlaku bagi perempuan satu ini. Dia merasa tidak puas dengan penumpang di sampingnya yang dianggap terlalu kelebihan berat badan.

Dilansir dari Unilad, Margaret Burton adalah wanita berusia 72 tahun yang saat itu sedang liburan bersama suaminya. Dia mengklaim keselamatannya saat penerbangan terancam karena terpaksa duduk di samping penumpang obesitas.

Menurutnya, orang itu membuatnya tidak bisa menggunakan sandaran tangan sekaligus meja makan di bangkunya. Dia pun memutuskan untuk protes ke pihak maskapai.

Margaret merasa tindakannya tidak berlebihan karena dia masih harus berada dalam penerbangan selama 11 jam.

Saat itu, pihak maskapai menawarkan solusi alternatif agar Margaret berpindah ke kursi kosong yang lebih lengang sehingga bakal leluasa bergerak.

Ilsutrasi kabin pesawat. (Pexels/Sourav Mishra)
Ilsutrasi kabin pesawat. (Pexels/Sourav Mishra)

 

Namun, tawaran itu ditolak mentah-mentah. Margaret ngotot duduk di sana dan meminta awak kabin mengusir penumpang obesitas di sampingnya saja.

''Mereka menyuruhku pindah kursi, tapi kenapa aku harus pindah? Aku sedang traveling untuk merayakan ulang tahun pernikahan ke-55. Kenapa aku harus pindah dan menghabiskan 11 jam penerbangan berjauhan dari suamiku?'' kata Margaret.

Di sisi lain, pihak maskapai merasa ulah Margaret sudah keterlaluan. Mereka tidak dapat menuruti permintaan tersebut karena tak ingin mempermalukan penumpang di samping Margaret atau dituduh melakukan body shaming.

Kendati begitu, Margaret kembali melanjutkan pembelaannya dan masih ngotot mengajukan tuntutan.

''Aku sudah mencari informasi soal ini dan menurut hukum Newton, ini bisa menyebabkan cedera serius jika terjadi pendaratan darurat.''

Ilustrasi pramugari. (Pixabay/lukasbieri)
Ilustrasi pramugari. (Pixabay/lukasbieri)

 

''Aku tahu ini sensitif, tapi mempermalukan orang lain tidak lebih penting dari keselamatanku. Keselamatanku harus didahulukan dibandingkan dengan rasa malu penumpang,'' ucap Margaret.

Margaret juga mengklaim dirinya mengalami sakit di leher dan pundak serta harus ke rumah sakit karenanya. Namun, dokter pun tidak yakin jika rasa sakit itu disebabkan posisi tempat duduk di pesawat.

Akibat insiden ini, pihak agen travel yang dipakai Margaret pun akhirnya sepakat membayar uang sebesar 90 pounds atau sekitar 1,6 juta rupiah. Meski begitu, Margaret tetap tak merasa puas dan menganggap kalau pihak maskapai harus meminta maaf kepadanya karena telah membiarkan dia duduk dengan penumpang obesitas. (Guideku.com/Amertiya Saraswati)

Berita Terkait

Berita Terkini