Cegah Sembelit Usai Dinner Romantis di Perayaan Valentine, Coba Lakukan Ini!

Hidangan dinner Valentine day cenderung rendah serat, bisa bikin kalian sembelit.

By: Ririn Indriani icon Selasa, 13 Februari 2024 icon 10:04 WIB
Cegah Sembelit Usai Dinner Romantis di Perayaan Valentine, Coba Lakukan Ini!

Ilustrasi perempuan makan malam (dinner) dan minum wine. (Pexels/Elina Sazonova)

Makan malam alias dinner romantis di perayaan Valentine yang populer juga disebut Hari Kasih Sayang, cenderung tinggi lemak dan rendah serat, sehingga rentang mengalami sembelit. Lantas, bagaimana mengatasinya? Simak ulasan lengkapnya di sini Sahabat Dewiku.

Saat merayakan hari Valentine yang diperingati pada 14 Februari, para pasangan biasanya menghabiskan waktu bersama dengan berbagai kegiatan.

Nah, aktivitas yang umumnya dilakukan adalah makan malam atau dinner romantis dengan berbagai rangkaian kegiatan lainnya.

Baca Juga: Resep Chocolate Cornflakes untuk Valentine, Cuma Pakai 3 Bahan

Makanan yang biasa dikonsumsi saat hari Valentine adalah steak, pasta, kue-kue manis, ice cream, hingga all you can eat. Di antara makanan ini tentunya sangat berisiko menimbulkan masalah pencernaan, karena minim bahkan tidak ada serat di dalamnya.

Makanan yang kurang serat akan menyebabkan rasa kembung, bergas, dan susah buang air besar (BAB) hingga sembelit atau konstipasi. Hal ini tentunya membuat rasa yang tidak nyaman pada perut, terlebih lagi harus menjalani berbagai aktivitas harian.

Jika sembelit tidak diatasi secara langsung, maka akan menyebabkan berbagai risiko lain seperti wasir atau ambeien. Maka dari itu, lebih baik Sahabat Dewiku melibatkan serat juga di setiap piring makannya agar terhindar dari pencernaan yang tidak sehat.

Baca Juga: 25 Ucapan Valentine Khusus Pejuang LDR, Jauhnya Jarak Bukan Penghalang Cinta

Normalnya, orang dewasa dianjurkan untuk mengonsumsi serat harian sebanyak 25-30 gram, namun sayangnya 95% orang Indonesia yang cukup mengonsumsi serat harian.

Serat bisa didapatkan dari sayur dan buah alami. Jika tidak cukup konsumsi buah dan sayuran, Sahabat Dewiku dapat mengandalkan suplemen tinggi serat dengan izin edar BPOM yang sesuai.

Suplemen tinggi serat tidak bisa menggantikan peran buah dan sayur namun dapat membantu melengkapi kebutuhan serat harian. Izin edar BPOM berperan penting juga untuk mengetahui manfaat dari produk yang akan digunakan, terlebih lagi suplemen dikonsumsi setiap hari.

Suplemen tinggi serat dengan izin edar BPOM suplemen kesehatan sangat jarang ditemui di Indonesia. Meskipun begitu, tidak sedikit produk tinggi serat dengan izin edar pangan olahan yang mengklaim sebagai suplemen.

Lebih baik tidak terkecoh dengan hal tersebut, karena Sahabat Dewiku bisa melakukan pengecekan izin BPOM melalui website.

Nah, salah satu suplemen tinggi serat dengan BPOM suplemen kesehatan yang bisa dicoba adalah FibreFirst. Suplemen ini bekerja untuk mendetoks kotoran dan racun dalam tubuh.

Kok bisa ya suplemen ini mendetoks kotoran dan racun dalam tubuh? Karena, suplemen yang memiliki izin edar BPOM SI atau Suplemen Kesehatan Impor ini mengandung tinggi serat dari sayur dan buah asli dengan pemanis alami dari stevia.

Nggak cuma itu, suplemen tinggi serat ini juga rendah kalori yang aman untuk menjaga berat badan.

Baca Juga: Kenapa Perayaan Valentine Identik dengan Cokelat? Begini Asal Usulnya

Selain itu, karena kandungan suplemen fibernya alami, suplemen yang dikonsumsi cukup sekali sebelum tidur malam ini nggak berefek samping atau rasa mulas berlebih, lho!

BERITA TERKAIT