Ragam
Sekali Lahiran Langsung 4, Kisah Ibu Muda di Bangli Jadi Pelajaran Penting Buat Orang Tua Anak Kembar
Sekali lahiran langsung empat, ibu muda di Bangli jadi sorotan. Yuk intip bagaimana cara orangtua muda beradaptasi dengan kembar 4.
Vania Rossa | Natasya Regina Melati

Dewiku.com - Kabar mengejutkan sekaligus membahagiakan datang dari Bangli, Bali. Seorang ibu muda bernama Ni Komang Widayani (24) baru saja melahirkan bayi kembar empat yang semuanya berjenis kelamin perempuan. Proses persalinan dilakukan lewat operasi caesar di RS BMC Bangli pada Senin (25/8/2025).
Keempat bayi tersebut lahir dengan berat masing-masing 1.300 gram, 1.200 gram, 1.100 gram, dan 800 gram. Karena dilahirkan secara prematur, seluruh bayi masih mendapatkan perawatan intensif di RS Bali Mandara untuk memastikan kondisi mereka tetap stabil. Meski penuh tantangan, kabar bahwa semuanya selamat tentu menjadi kebahagiaan besar bagi keluarga.
Widayani bercerita, sejak awal kehamilan ia sudah menyadari adanya tanda-tanda unik. Saat menjalani USG, jumlah kantung yang terlihat terus bertambah hingga akhirnya dokter memastikan ada empat janin yang berkembang di dalam rahimnya. Namun, pada usia kandungan tujuh bulan, ia harus menjalani persalinan lebih cepat akibat ketuban pecah.
Di sisi lain, pihak keluarga mengaku lega sekaligus merasa khawatir. Kebahagiaan menyambut empat buah hati sekaligus tentu disertai tantangan besar, terutama soal perawatan intensif dan kebutuhan ganda yang harus dipenuhi.
Direktur RS BMC Bangli, dr. Ni Wayan Sri Wahyuni, menyebut bahwa ini adalah kasus pertama kelahiran kembar empat yang berhasil ditangani di rumah sakit tersebut. Momen langka ini pun menjadi perhatian banyak orang sekaligus memberi semangat baru bagi tim medis yang terlibat.
Setelah kabar heboh ini, menarik juga membahas bagaimana adaptasi orangtua muda menghadapi tantangan besar saat sekaligus dikaruniai banyak anak.
Adaptasi Orangtua Muda dengan Banyak Anak Sekaligus
Menjadi orangtua tentu sudah penuh tantangan, apalagi jika langsung dikaruniai banyak anak sekaligus. Butuh persiapan ekstra, mulai dari fisik, mental, hingga dukungan lingkungan sekitar. Tapi tenang, ada beberapa hal yang bisa membantu orangtua muda beradaptasi agar tetap harmonis dan bahagia.
1. Penerimaan Diri dan Lingkungan
Hal pertama yang penting banget adalah menerima perubahan besar dalam hidup. Kehadiran banyak anak sekaligus memang bisa bikin kaget, tapi dengan sikap terbuka, proses adaptasi jadi lebih ringan.
Baca Juga
Momen Adhisty Zara Diberhentiin di Depan Mobil, Netizen Soroti Etika Bertanya
Puan Maharani Ikutan Padel, Harga Raketnya Nggak Main-Main: Setara UMR Kota Malang!
Guru Berangkat Kerja dari Subuh Naik KRL, Netizen Auto Senyum Sinis ke Curhat Nafa Urbach
Viral Dosen Batalkan Kelas Gegara Taylor Swift Tunangan: Kena Celebrity Worship Syndrome?
Drama Finansial Rumah Tangga, Mantan Istri Eks Dirut Taspen Kosasih Bongkar Fakta di Persidangan Korupsi
Pujian Tulus Bisa Bikin Mood Naik dan Rezeki Mengalir, Pegawai Bioskop Ini Sudah Buktikan!
Jangan ragu untuk mencari dukungan dari pasangan, keluarga, maupun teman. Lingkungan sosial yang suportif bisa jadi penyelamat ketika beban terasa berat. Selain itu, ciptakan suasana rumah yang hangat dan positif supaya anak-anak bisa tumbuh dengan rasa aman, kreatif, dan mandiri.
2. Pola Asuh yang Konsisten dan Penuh Kasih Sayang
Meskipun jumlah anak banyak, setiap anak tetap butuh perhatian yang sama. Berikan kasih sayang yang merata agar tidak ada yang merasa terabaikan.
Konsistensi dalam pola asuh juga penting. Anak-anak perlu aturan yang jelas supaya mereka tahu apa yang diharapkan dari mereka. Jangan lupa memberi pujian untuk setiap usaha mereka, bukan hanya hasilnya. Dan yang paling utama, hindari membandingkan anak, karena setiap anak punya keunikan masing-masing.
3. Pembagian Tanggung Jawab dan Keterlibatan
Mengasuh banyak anak memang tidak bisa dilakukan sendirian. Karena itu, penting untuk melibatkan pasangan maupun anggota keluarga lain dalam berbagi peran. Dengan begitu, beban jadi lebih ringan dan anak-anak tetap terurus dengan baik.
Selain itu, biasakan juga memberi anak tanggung jawab kecil sesuai usia mereka. Misalnya, membantu membereskan mainan atau merapikan tempat tidur. Ini bisa melatih kemandirian sekaligus membuat mereka merasa ikut berkontribusi dalam keluarga.
4. Komunikasi dan Dukungan Emosional
Kunci keluarga harmonis selalu kembali pada komunikasi yang terbuka. Diskusikan segala hal dengan pasangan maupun anggota keluarga lain supaya masalah bisa diselesaikan bersama-sama.
Jangan lupakan kebutuhan emosional orangtua sendiri. Sesekali luangkan waktu untuk bercerita, berkeluh kesah, atau sekadar menghabiskan waktu berdua dengan pasangan. Dengan begitu, keseimbangan emosi tetap terjaga meski sibuk mengurus banyak anak.
Mengasuh banyak anak sekaligus memang penuh tantangan, tapi juga membawa kebahagiaan yang tak ternilai. Dengan penerimaan diri, pola asuh penuh kasih sayang, pembagian tanggung jawab yang adil, serta komunikasi yang sehat, orangtua muda bisa melalui masa ini dengan lebih kuat dan bahagia.