Ragam
Momen Adhisty Zara Diberhentiin di Depan Mobil, Netizen Soroti Etika Bertanya
Etika bertanya kembali jadi perdebatan setelah video Adhisty Zara ditodong pertanyaan mendadak di depan mobil beredar luas di media sosial.
Vania Rossa | Natasya Regina Melati

Dewiku.com - Momen aktris muda Adhisty Zara kembali jadi perbincangan hangat di media sosial. Sebuah video memperlihatkan dirinya dihentikan sebelum masuk ke mobil dan langsung ditodong pertanyaan seputar skincare. Cuplikan singkat itu pun ramai menuai komentar warganet karena dianggap menyinggung soal etika bertanya.
Menariknya, Zara terlihat sangat santai menanggapi situasi tersebut. Dengan senyum tipis, ia hanya menjawab ringan, “Gapapa, nggak buru-buru kok.” Sikap kalemnya justru membuat banyak penggemar kagum dengan kepribadian Zara yang tetap ramah meski berada dalam kondisi mendadak seperti itu.
Namun, tidak sedikit warganet yang menilai cara menghentikan seseorang di tempat umum lalu langsung menodong pertanyaan terkesan kurang sopan. Beberapa menyebutnya seperti memaksa dan tidak memberikan ruang nyaman bagi sang artis. Di sisi lain, ada juga yang menduga momen tersebut sudah mendapat izin lebih dulu alias bagian dari konten terencana.
Nah, dari kejadian ini kita bisa belajar soal pentingnya menjaga etika ketika ingin bertanya atau mewawancarai seseorang. Apalagi kalau kondisinya tidak formal, ada baiknya tetap menghargai privasi dan kenyamanan orang yang ditanya. Jadi, setelah ini mari kita bahas lebih dalam soal etika bertanya yang baik, yuk!
Etika Bertanya pada Orang Lain
Kalau mau bertanya pada orang asing, apalagi yang kelihatan terburu-buru, ada baiknya kita perhatikan dulu cara menyampaikannya. Jangan sampai niat baik kita justru bikin orang lain merasa nggak nyaman. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa diikuti supaya obrolan tetap sopan dan nggak menyinggung perasaan mereka.
1. Awali dengan izin atau permintaan maaf
Mulailah dengan kata sederhana seperti “Permisi” atau “Maaf”. Hal kecil ini menunjukkan kalau kita menghargai orang lain dan memberi mereka ruang untuk siap mendengarkan pertanyaan kita.
2. Tanyakan ketersediaan waktu
Baca Juga
Puan Maharani Ikutan Padel, Harga Raketnya Nggak Main-Main: Setara UMR Kota Malang!
Guru Berangkat Kerja dari Subuh Naik KRL, Netizen Auto Senyum Sinis ke Curhat Nafa Urbach
Viral Dosen Batalkan Kelas Gegara Taylor Swift Tunangan: Kena Celebrity Worship Syndrome?
Drama Finansial Rumah Tangga, Mantan Istri Eks Dirut Taspen Kosasih Bongkar Fakta di Persidangan Korupsi
Ketika Jadi Ibu, Emosi Perempuan Ikut Berevolusi: Dulu Lembut Sekarang Galak?
Disindir Tua dan Keriput, Melaney Ricardo dan Geng Balas dengan Video Joget: Caption-nya Menohok!
Nggak ada salahnya memastikan dulu apakah mereka sedang luang atau terburu-buru. Misalnya dengan kalimat, “Apakah punya waktu sebentar?” atau “Maaf, apakah sedang buru-buru?”. Dengan begitu, mereka merasa waktu dan aktivitasnya tetap dihargai.
3. Paling penting! Perhatikan bahasa tubuh dan respons
Bahasa tubuh sering jadi tanda paling jelas. Kalau mereka terlihat gelisah, buru-buru, atau kurang antusias, sebaiknya kita berhenti atau ubah topik. Jangan memaksa, karena itu justru bikin suasana jadi kurang enak.
4. Pilih waktu dan topik yang tepat
Kalau memang harus bertanya, pastikan timing-nya pas. Hindari menginterupsi ketika mereka lagi sibuk. Pertanyaan pun sebaiknya ringan dan umum, bukan sesuatu yang terlalu pribadi atau sensitif.
5. Hormati privasi mereka
Nggak semua orang nyaman diganggu, apalagi saat mereka terburu-buru. Dengan menghargai batasan dan privasi orang lain, interaksi yang tercipta bisa lebih positif dan menyenangkan.
Etika bertanya bukan sekadar soal sopan santun, tapi juga bentuk penghargaan pada orang lain. Dengan sedikit peka terhadap situasi dan kondisi, kita bisa menjaga percakapan tetap lancar tanpa membuat siapa pun merasa terpaksa.